Cerpen – Apotek Jingga by Rachel Grifith Charisa Wijaya

Cerpen - Apotek Jingga by Rachel Grifith Charisa

Tangan wanita itu mendorong pintu apotek lalu segera masuk ke dalam namun raut wajahnya berubah bingung ketika tidak menemukan sosok yang dia cari di apotek. Hanya ada dua staff wanita yang sibuk melayani pelanggan sedangkan pria pemilik nama Andromeda Orion tidak ada.

“Anda yang bisa dibantu?” Stella menyadari kehadiran Estelle.

Estelle menghampiri Stella lalu berbicara dengan suara pelan “Orion tidak ada?” Stella tersenyum “Pak Orion beristirahat di lantai dua karena tubuhnya sedikit demam.” wajah Estelle menunjukkan keterkejutan “Dia sakit?” Stella mengangguk “Beberapa hari ini cuaca lebih sering hujan dan dia suka bekerja sampai larut malam.”

Memikirkan Orion yang sakit membuat Estelle sedikit sedih “Apa Orion juga tinggal di apotek ini?” Stella mengangguk “Iya. Di lantai dua terdapat rumah untuk tempat Pak Orion menetap. Balkon di depan rumahnya juga bagus untuk melihat pemandangan. Kalau Anda mau bisa menemui dia di lantai dua.”

“Tapi mungkin aku akan menganggu istirahatnya.” Estelle merasa tidak enak yang langsung dibalas Stella “Ah tidak kok. Dia pasti hanya sedang membaca buku selain itu Pak Orion pasti senang kalau Anda datang.” Estelle mengerutkan kening dan membuat Stella tertawa kecil “Tangga menuju balkon rumahnya ada di samping pintu keluar.”

Estelle mengangguk sambil mengucapkan terima kasih lalu segera keluar apotek menuju tangga yang dimaksud oleh Stella. Tangga berwarna cokelat kayu yang dinaiki Estelle langsung membawa wanita itu pada balkon rumah yang sesuai ucapan Stella. Dari balkon rumah, Estelle dapat melihat pemandangan kota Jakarta Pusat dengan puas.

“Estelle.” ucap Orion terkejut ketika baru keluar rumah dan mendapati Estelle sedang berdiri di balkon.

“Orion.” Estelle menatap Orion yang nampak pucat “Kamu baik – baik saja?” Orion mengangguk kecil “Aku hanya sedikit demam tapi sekarang sudah lebih baik. Silahkan duduk.”

Mereka duduk di sofa kayu nyaman yang langsung berhadapan dengan langit “Kamu baik – baik saja?” tanya Orion.

“Sudah lebih baik. Obat yang kubeli di sini tidak lagi aku minum setiap hari.” Estelle mengenggam tangannya erat “Setelah pertemuan kita terakhir kali, aku merasa tidak enak kalau datang ke sini.” Orion mengerutkan kening “Memang kenapa?”

“Aku sudah menganggapmu sebagai Javier. Menjadikanmu sebagai objek untuk mengobati kerinduan sekaligus kesedihanku. Aku minta maaf.”

“Datanglah ke apotek ini ketika kamu membutuhkan obat. Datanglah ke apotek ini kalau kamu ingin melihat sinar matahari terbenam yang berwarna jingga. Datanglah ke apotek ini untuk melihatku. Walapun aku bukan Javier tapi kalau aku bisa mengobati kerinduanmu pada Javier, aku tidak masalah.”

Ucapan Orion membuat Estelle menghadapkan tubuh pada pria itu “Orion.” wajah Orion menoleh ke samping untuk melihat Estelle “Kamu belum menceritakan hal menarik lain soal pekerjaanmu. Aku juga belum cerita bagaimana aku membangun apotek ini kan?” Estelle mengangguk pelan lalu Orion kembali bicara “Datanglah ke sini setiap saat kamu membutuhkan apotek ini dan diriku. Kamu harus melanjutkan hidupmu karena Javier juga pasti menginginkan hal yang sama.”

Estelle langsung memeluk Orion “Terima kasih.” dia semakin memeluk erat pria itu “Terima kasih sudah memintaku untuk datang. Aku akan sembuh. Aku yakin aku akan sembuh saat bersamamu.” Orion menepuk punggung Estelle perlahan “Hanya perlu melanjutkan hidup dengan damai.” Estelle mengangguk lalu melepaskan pelukannya.

Ketika mereka berhadapan, Orion menarik bibir untuk menyunggingkan senyuman yang membuat Estelle langsung berkata “Jangan terlalu sering tersenyum.” Orion mengerutkan kening “Kenapa?”

Estelle mengigir bibirnya “Kamu menjadi jauh lebih tampan kalau tersenyum.” Orion tertawa senang “Apa aku lebih tampan dari Javier?” Estelle mengangguk kecil “Kamu sangat tampan apalagi kalau sedang tersenyum. Aku sampai terpana.” Orion menggelengkan kepala “Kalau begitu aku akan terus tersenyum di hadapanmu.” Estelle tertawa.

Jakarta sudah memasuki musim dimana hujan hampir turun setiap hari tapi sore ini, Estelle dan Orion mendapatkan terpaan warna jingga dari sinar matahari sore yang sangat Indah.

“Aku akan selalu menanti kedatanganmu.” ucap Orion pada Estelle yang membuat wanita itu tersenyum “Kamu dan apotek jingga adalah perpaduan yang sempurna untuk mendamaikan hidupku.”

Tidak hanya bagi Estelle namun juga bagi Stella, Tanya dan pengunjung apotek lainnya yang mendapatkan kesembuhan serta pemulihan ketika apotek jingga hadir dalam hidup mereka.

Penulis: Rachel Grifith Charisa Wijaya

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn