Cerpen – Apotek Jingga by Rachel Grifith Charisa Wijaya

Cerpen - Apotek Jingga by Rachel Grifith Charisa

Jari tangan Estelle mengetik lincah di atas keyboard computer sambil merapalkan kalimat yang sedang ditulis sampai seorang pria bertubuh besar datang menghampirinya “Andro. Kamu mau ikut dengan kami makan sup iga tidak?” jika di kantor Estelle selalu dipanggil dengan nama depan “Tidak. Mas Toda dan teman – teman saja.”

Toda tidak beranjak pergi namun duduk di hadapan Estelle “Kamu mau pergi ke apotek itu lagi?” Estelle mengangguk sambil terus mengetik sementara Toda mengajukan pertanyaan lain “Apa alasannya? Karena pria di apotek itu mirip dengan Javier?” Estelle masih mengangguk bersamaan dengan helaan napas Toda “Javier sudah lama pergi, An.” jari Estelle berhenti bergerak “Aku tahu Mas.”

“Tapi kamu belum bisa merelakan kepergiannya. Bahkan sekarang kamu menganggap pria di apotek itu adalah Javier. Kamu tidak bisa seperti itu, An.” Toda mengulum bibir “Aku tahu kamu sangat mencintai Javier karena hanya dia yang memperlakukanmu sebagai wanita di unit ini. Hanya Javier yang memberikanmu tepukan di punggung atau kepala ketika kamu sudah menyelesaikan tugas beratmu. Satu – satunya pria yang membuatmu nyaman di unit kepolisian yang berat ini.”

Ucapan Toda memercikan kenangan akan pria yang berumur tiga tahun lebih tua dari Estelle itu. Kehadiran Javier adalah oase di kehidupan Estelle yang keras karena hanya pria itu yang selalu memberikan senyuman dan mengucapkan kalimat yang membuat Estelle merasa tenang menghadapi pekerjaannya. Dia adalah cinta pertama Estelle yang sudah pergi lima tahun lalu ketika menjalankan misi di Poso, Sulawesi Tengah. Estelle tidak hanya kehilangan sosok Javier tapi semua kebahagiaan yang pria itu berikan langsung menghilang dalam sekejap.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn