Cerpen – Apotek Jingga by Rachel Grifith Charisa Wijaya

Cerpen - Apotek Jingga by Rachel Grifith Charisa

Tangan Orion dieratkan pada cangkir kopi hangat dimana uap kopi masih mengepul sempurna. Tidak ada sinar matahari jingga karena hujan deras turun sejak siang. Udara menjadi lebih dingin sehingga Orion membuat kopi untuk menghangatkan diri seraya memandangi langit sore yang abu – abu.

“Pak Orion, kami sudah selesai membuat laporan bulanan.” ucap seorang staff apoteker yang mendistraksi lamunan Orion “Terima kasih.” ucap Orion singkat.

“Wanita polisi itu sudah lama tidak datang.” staff itu berkomentar yang membuat Orion sedikit terkejut “Kamu juga menyadarinya ya?” tanya Orion yang dibalas anggukkan oleh staff itu “Sepertinya dia menyukai Anda.” Orion menggelengkan kepala “Dia masih mencintai kekasihnya yang sudah meninggal dunia dan aku mirip dengan kekasihnya itu.”

“Ya ampun. Jadi selama ini dia datang untuk melihat Anda karena mirip dengan kekasihnya.” ada nada kecewa dari ucapan staff itu yang membuat Orion tersenyum tipis sambil meminum kopinya.

Orion meletakkan cangkir kopi “Tidak apa – apa. Apotek ini selalu terbuka bagi siapapun yang membutuhkan obat dan kesembuhan. Bukankah kamu dan Tanya juga begitu?” lirik Orion pada staff yang bernama Stella.

Stella mengangguk “Tiga tahun lalu ketika aku dan Tanya diusir dari laboratorium karena dituduh salah memasukkan bahan dalam obat. Saat itu, kami sangat sakit hati dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan farmasi. Hidup kami hampir hancur karena bagi kami dunia farmasi adalah hidup kami. Tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima kami sampai Anda meminta kami untuk bekerja di apotek ini.” Stella menghela napas panjang “Anda dan apotek ini menyembuhkan sakit hati kami dan menyelamatkan hidup kami dari kehancuran.”

Orion kembali tersenyum “Aku juga diselamatkan oleh apotek ini. Ketika kembali dari Jerman tidak ada keluarga yang menyambutku hanya sebuah tekad untuk membangun apotek yang bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Hidupku yang sepi dan penuh kekecewaan berhasil disembuhkan dengan apotek ini. Aku bertemu kalian, para pengunjung yang membutuhkan obat bahkan para dokter di rumah sakit yang berkonsultasi obat di sini. Aku merasa hidupku lebih baik.”

“Aku harap wanita polisi itu bisa sembuh juga.” ucap stella lalu menatap Orion “Terima kasih Pak Orion.” Orion meliriknya “Sudah berulang kali kamu mengatakan hal itu. Lekas makan dan beristirahat. Kita sudah bekerja keras hari ini.” Stella tersenyum lalu pergi meninggalkan Orion.

Sepeninggal Stella, Orion merenungkan ucapannya soal Estelle lalu berujar pelan “Estelle, kamu baik – baik saja?”

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn