Cerpen – Cinta Terhalang Adat by Iis Sumiati

Cerpen - Cinta Terhalang Adat by Iis Sumiati

Fauzan pun datang dari balik rintik hujan yang semakin deras. “Naj, kenapa kamu pergi?”

“Kita nggak mungkin bersatu, Zan,” jawab Najla.

Fauzan menggeleng. “Nggak. Kita masih bisa bicarain ini.”

“Semuanya udah selesai. Nggak ada yang bisa dibicarain lagi,” ujar Najla.

Fauzan mencoba meraih tangan Najla. Namun, perempuan berhijab itu menghindar secepat kilat. “Naj, aku nggak mau kehilangan kamu. Aku cinta sama kamu.”

“Aku juga cinta sama kamu. Mungkin, kita memang ditakdirkan untuk saling mencintai. Namun, kita tidak ditakdirkan untuk saling memiliki,” balas Najla.

“Aku yakin, kamu itu jodoh yang dikirimkan Tuhan untukku,” tegasnya.

“Jodoh itu cerminan diri. Sementara aku, tidak layak sedikitpun untuk menjadi bayanganmu.”

“Tapi, aku membutuhkan tulang rusuk.” Fauzan tetap berusaha meyakinkan Najla.

“Mungkin aku bukan tulung rusukmu. Aku yakin, kamu pasti akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku. Anggap saja ini hanyalah mimpi. Sekadar bunga tidur yang membuatmu senang ketika terbangun nanti.”

Najla perlahan menjauh dari Fauzan. Dia meninggalkan separuh hatinya di tengah hujan. Perempuan itu tahu bahwa adat dan agama seringkali bertentangan. Namun, Najla lebih memilih untuk mempertahankan agama, daripada harus melepasnya karena adat yang tidak merestui.

Penulis: Iis Sumiati

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn