Cerpen – Makasih Kamu Selalu Ada by Malika Nur Utami

Cerpen - Makasih Kamu Selalu Ada by Malika Nur Utami

Ia berusaha menelepon temannya yang lain, namun tak ada sinyal. Ia hanya bisa menangis setelah kelelahan mencari jalan untuk pulang.

“Udah capek? Pulang sana,” titah seseorang.

Wulan mendongak, dia melihat Laskar. Akhirnya setelah pencariannya selama beberapa menit dan dia sempat ketakutan. Jujur, Wulan sangat malu saat itu. Dia sudah menunjukkan air matanya kepada anak nolep yang ada di kelas.

“Tapi, jalan mana dari tadi nyari gak ada. Kamu sih!”

“Suruh siapa ke sini?”

Wulan malu, dia hanya bisa mencari alasan lain dan Laskar hanya mengangguk saja. Mereka berdua berjalan bersama. Laskar mengantarkan Wulan pulang, namun di perjalanan hujan deras turun. Mereka berteduh di bawah pohon yang cukup besar.

“Aduh gimana ini, gak ada sinyal, gak bawa payung. Udah mulai gelap lagi, sekarang malam Jum’at kan?” ucap Wulan khawatir.

Laskar hanya bisa tersenyum kecil, ia merasa aneh dengan tingkah Wulan hari ini. Terlihat cerewet dan sedikit manja. Wulan melihat ke arah Laskar, dia heran dengan manusia satu ini. Gak ada yang lucu dia malah ketawa.

“Ih, jangan senyum-senyum gitu! Aneh ih, jangan bikin tambah takut ah!” Wulan mulai menangis lagi.

Laskar menggelengkan kepalanya, dia memberikan jaketnya untuk melindungi Wulan dari hujan. Mereka berlari ke rumah Laskar. Akhirnya, Wulan tahu rumahnya.

“Duduk dulu,”

Wulan tersenyum, akhirnya dia sudah mengetahui semua rumah teman-temannya. Ia disuguhkan teh hangat dan biskuit. Wulan melihat-lihat sekitar, sepertinya Laskar tinggal sendiri soalnya rumahnya sangat sepi.

“Ibu aku dirawat, aku tinggal sama dia berdua,” ucapnya.

Jadi, itu alasan kenapa Laskar sering terlambat. Dia harus menjaga ibunya di rumah sakit dan berjualan es keliling. Keesokannya Wulan berinisiatif untuk mengajak semua teman sekelasnya untuk datang ke rumah Laskar.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn