Tahap Membuat Outline yang Benar dan Baik dengan Mudah

Membuat Outline

Kerangka kerja atau outline dibuat bertujuan untuk memikirkan rangkaian pada isi makalah. Biasanya juga disebut garis besar yang membantu menyusun keseluruhan struktur kerja. Hal ini juga berlaku ketika menulis makalah di perguruan tinggi mengharuskan untuk menemukan cara yang canggih, kompleks, dan terkadang sangat kreatif untuk menyusun ide-ide.

Apa itu Outline?

Hal yang umum saat sebelum menulis karya tulis dihadapkan akan hal yang kompleks mengenai data, ide dan materi yang akan dimasukkan ke dalam tulisan kita. Maka dengan adanya outline merupakan salah satu cara agar karya tulis tampak lebih terstruktur dan tidak berantakan.

Dalam dunia kepenulisan, makna outline adalah kerangka karangan dalam suatu karya tulis. Jadi bisa dikatakan pengertiannya sebagai suatu perencanaan menulis yang memuat garis besar pada suatu karangan yang akan ditulis. Garis besar ini bisa berupa rangkaian ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

Menurut bahasa outline adalah sebuah kerangka, regangan, garis besar, atau guratan. Menyusun garis besar dapat membantu menentukan ide-ide terhubung satu sama lain, urutan ide dalam pemikiran yang mendukung setiap poin. Menulis outline merupakan cara yang efektif untuk menyelesaikan setiap bagian dari makalah kita sebelum mulai menulis.

Beberapa manfaat diantaranya membantu penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah, outline juga membantu penulis menentukan susunan dan keterkaitan antar gagasan. Selain itu, memudahkan penulis untuk menciptakan klimaks yang berbeda dan menghindari mengerjakan topik dua kali atau lebih.

Syarat-Syarat Outline

Daya analisis penulis merupakan hal yang berpengaruh baik atau tidaknya suatu outline, yang sangat dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimilikinya. Tentu untuk mendapatkan hal itu, penulis harus melakukan upaya seperti banyak membaca, melakukan observasi, dan terus berlatih.

Sementara itu, menurut jenis sifatnya outline dibagi menjadi dua bentuk yaitu, outline nonformal dan outline formal. Outline kerangka nonformal digunakan untuk topik yang sifatnya sederhana, tidak kompleks dan sifatnya segera dikerjakan. Sedangkan, Outline formal digunakan untuk topik yang bersifat kompleks, dan tidak terburu-buru untuk ditulis.

Sebagai syarat-syarat membuat outline adalah sebagai berikut:

  1. Memilih topik karya tulis dengan jelas. Penulisan atau penelitian karya harus fokus terhadap satu topik dengan tujuan yang jelas.
  2. Setiap topik yang diangkat memiliki satu gagasan. Jika topik tersebut mengandung beberapa gagasan maka harus dirincikan dengan jelas.
  3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga terlihat rangkaian ide atau pikiran jelas.
  4. Penggunaan simbol yang konsisten.

Tahap Membuat Outline

Rangkaian karangan yang baik dan benar dalam membuat karya tulis dapat dengan mudah ditulis asalkan penulis tahu mengembangkan karya tulisnya. berikut adalah cara membuat outline yang baik.

1. Memilih tema dan judul

Menentukan tema berarti menentukan pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Sementara itu, judulnya adalah kepala karangan. Tema merangkap hal yang lebih luas sedangkan judul lebih pada penjelasan awal karya yang akan ditulis.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan suatu tema, diantaranya :

  • Jangan mengambil tema yang bahasannya terlalu luas.
  • Pilih tema yang kita sukai dan kita yakini dapat kita kembangkan.
  • Pilih tema yang sumber atau bahan-bahannya dapat dengan mudah kita peroleh

2. Mencari dan mengumpulkan referensi

Pada saat menulis memerlukan bahan yang menjadi bekal untuk menunjukkan eksistensi tulisan. Mengumpulkan referensi dari berbagai sumber terpercaya yang bisa di jadikan bahan. Dalam pengumpulan referensi caranya sesuai kenyamanan penulis masing-masing.

3. Menyeleksi referensi

Referensi yang sudah terpilih ada baiknya perlu dipilih yang sesuai dengan tema pembahasan. Melalui klarifikasi tujuan referensi yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis, yaitu:

  • Mencatat hal penting semampunya.
  • Menjadikan membaca sebagai kebutuhan.
  • Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah.

4. Membuat outline

Jika semua sudah siap, kita perlu susun selangkah demi selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar di tengah jalan. Outline menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.

Mudah bukan membuat outline? Pada umumnya menyusun kerangka sangat penting untuk dijadikan sebagai pedoman dalam penulisan karya tulis ilmiah. Semoga artikel ini dapat membantu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *