
Untuk manusia hebat,
Makasih, aku tahu ini sedikit mencengangkan. Tapi, ini beberapa paragraf dariku. Bukan enam kata lagi yang aku keluarkan. Namun, ini akan banyak.
Maaf, ini terlalu membuatmu terkejut. Makasih sudah menjadi ‘rumah’ bagiku. Meskipun sedikit telat. Jujur, aku membutuhkan kalian selama ini. Namun, egoku terlalu kuat. Aku hanya bisa berdiam di pojok belakang dan tertidur lelap karena semalaman aku belajar dan bekerja.
Makasih, karena beberapa hari ini kalian sudah mulai menganggapku. Menganggapku sebagai sahabat kalian. Bukan sebagai bayangan di belakang kelas. Makasih untuk satu hari penuhnya. Makasih sudah mengetahui rumahku yang kumuh ini. Selamat datang kembali.
Dan, untuk ketua kelas. Makasih, karena kamu Wulan, Laskar yang selalu diam tak mengucapkan sepatah kata pun akhirnya bicara. Karena kamu. Makasih ya. Sudah bersedia jadi temanku.
Artikel yang sesuai:
Meskipun karena satu hari itu, aku sudah membayangkan hari bahagia kita. Ini terlalu berlebihan. Aku tahu itu. Sudah cukup, jangan menangis. Aku tak ada di sana untuk menyuruhmu pulang atau tersenyum sebelum senja habis.
Makasih, kamu selalu ada.
Penulis: Malika Nur Utami






