Cerpen – Kesempatan by Yohanes Kurniawan

Cerpen Kesempatan

“Betul, yeay! Aku nggak bisa habisin kuenya, terus dari sini aku lihat kamu sendirian di taman. Yaudah deh aku ngajak kamu buat bantuin. Hehehe … ” jelas Amena.

“Selamat ulang tahun, ya!” ucapku.

Cerpen – Kesempatan by Yohanes Kurniawan

“Makasih, Vin.” Dia berjalan sambil bergumam lagu selamat ulang tahun menuju kue itu.

Tangannya meraih sebuah pisau, lalu memotong kue itu dengan ukuran besar. Melihat ukuran yang ia berikan membuatku menelan ludah. “Apa aku bisa menghabiskannya?” batinku.

Perlahan ia memberikanku sepotong kue itu dengan senyum lebar hingga giginya terlihat. Aku menerimanya, meskipun ada rasa penolakan di dalam hati. Kemudian aku menggigit ujung potongan kue itu.

“Enak nggak kuenya? Aku yang bikin sendiri, lho!” tanya Amena.

“Kuenya enak banget, aku suka!” jawabku.

“Tapi kenapa kamu cuma sendirian di sini?” sambungku.

Seketika wajahnya seperti botol plastik yang diremas, “Kedua orang tuaku sedang pergi ke luar kota, tetapi aku tidak tahu kapan mereka kembali. Aku berharap mereka bisa mengajariku membaca. Supaya pelayan itu tidak usah mengantarku,” jelasnya.

“Terima kasih, Arvin. Kamu satu-satunya orang yang mau menerima kue ulang tahun ku,” ucap Amena dengan tetes air mata membasahi pipinya.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn