Cerpen – Untuk Putriku by Inong Islamiyati

Cerpen Untuk Putriku

Nak, ayah punya kejutan. Sekarang ayah punya pekerjaan baru. Karena kini ayah diterima bekerja sebagai tukang sapu di sekolahmu.

Ayah sengaja tidak memberitahumu karena ingin memberi kejutan di sekolah. Senang sekali melihatmu tertawa bersama teman-teman. Kamu lalu tanpa sadar berjalan mendekat ke arah ayah.

Cerpen – Untuk Putriku by Inong Islamiyati

“Nak,” seruku. Matamu membulat, lalu menatap teman-temanmu.

“Eh, Putri, kamu kenal sama tukang sapu baru ini?”

“Enggak, kok. Aku nggak kenal.”

“Masa, sih? Jelas banget tukang sapu ini kenal sama kamu.”

“Dia cuma tetanggaku. Sudah, yuk! Rara, Wulan, kita ke kantin saja,” seru Putri sambil menggamit lengan kedua temannya.

Hati ayah hancur. Putriku, begitu hinakah ayah dimatamu sekarang? Ayah memang tidak bisa seperti orang tua lain yang bisa memberikanmu apa saja.

Maafkan ayah kalau kamu malu memiliki orang tua seperti ini. Ayah ingin berusaha membuat kamu selalu bahagia meski di tengah kekurangan harta.

“Kenapa Ayah nggak bilang kalau pekerjaan baru itu di sekolahku? Putri malu, Ayah. Teman-temanku itu orang kaya dan terpandang semua.

“Aku tidak ingin direndahkan oleh mereka.”

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn