Pengertian dan Jenis Kata Penghubung yang Perlu Kamu Tahu

Pengertian dan Jenis Kata penghubung yang Perlu Kamu Tahu

Kata penghubung disebut juga dengan konjungsi. Dalam dunia kepenulisan kita seharusnya tidak asing dengan istilah tersebut.

Seperti namanya, kata penghubung digunakan untuk menghubungkan atau merangkaikan. Merangkaikan apa? Merangkaikan kata dengan kata, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat.

Pengertian dan Jenis Kata Penghubung yang Perlu Kamu Tahu

Dalam menghubungkan kedua hal tersebut ( menghubungkan antar kata, frasa, dan klausa) kata hubung memiliki jenisnya masing-masing yang dibagi berdasarkan fungsi. Untuk lebih jelasnya terkait pengertian, bentuk, dan jenis kata penghubung silahkan menyimak uraian berikut ini!

Pengertian Kata Penghubung

Konjungsi atau kata penghubung adalah kata yang berfungsi menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antara kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat, dan juga antara paragraf dengan paragraf.

Jenis-jenis Kata Hubung

Konjungsi dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

Konjungsi Koordinatif

Pada jenis konjungsi ini dua klausa atau lebih yang dihubungkan ini memiliki derajat yang sama. Jadi kata hubung ini menghubungkan dua atau lebih klausa yang sama-sama pentingnya (setara) atau memiliki status yang sama. Di dalam konjungsi koordinatif dibagi lagi menjadi empat jenis konjungsi, yaitu:

1. Konjungsi aditif

Konjungsi jenis ini ditandai dengan makna penjumlahan. Penjumlahan yang dimaksud adalah penjumlah bisa penjumlahan subjek, atau objek. Contoh kata hubung jenis ini adalah:

  • Dan
  • Bersama
  • Serta

Contoh kalimatnya:

Jemariku terlalu kotor untuk menyentuh pulpen dan buku. Aku cukup mengerti dan mawas diri.

Cerpen – Reyhana dan Sehelai Daun Maple by Neng Erlin Marlindha

2. Konjungsi adversatif

Konjungsi jenis ini ditandai dengan makna perlawanan. Maksudnya adalah makna dari subjek atau objeknya itu berlawanan. Contoh kata penghubung adversatif adalah:

  1. Tetapi atau tapi atau akan tetapi
  2. Meskipun
  3. Walaupun
  4. Melainkan

Contoh kalimatnya:

Tentu saja itu hanya kisah yang dibuat-buat dan dibesar-besarkan agar ada cerita yang dapat dikisahkan di kemudian hari. Meski aku sendiri meyakini jika kisah itu ada untuk dijadikan pelajaran agar dapat menjaga sikap dan etika dimanapun kita berada.

Cerpen – Mata Batin by Neng Erlin Marlindha

3. Konjungsi alternatif

Kata penghubung jenis ini memiliki makna sebuah “pemilihan” yang artinya salah satu harus dipilih tidak boleh keduanya. Contohnya adalah konjungsi “atau”, sedangkan contoh kalimatnya:

Kamu lebih memilih ikut ke Surabaya atau diberi uang jajan Rp. 500.000,00

4. Konjungsi temporal

Temporal, jadi berkaitan dengan tempo atau waktu atau hubungan waktu. Hubungan waktu dapat dimulai dari proporsi yang menunjukan tahap awal dan dilanjutkan dengan tahapan berikutnya.
Contoh kata konjungsi temporal:

  1. ketika
  2. tatkala
  3. sejak
  4. setiap kali
  5. sebelum
  6. sesudah
  7. setelah
  8. hingga
  9. semenjak
  10. selama

Contoh kalimatnya:

Rasanya Lanufa baru saja menutup mata. Ketika sudah bangun, ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.

Cerpen – Teriakan

Konjungsi Subordinatif

Status sintaksis yang dihubungkan oleh konjungsi subordinatif memiliki derajat yang tidak sama. Salah satu klausanya merupakan anak kalimat dan yang lainnya adalah induk kalimat. Konjungsi ini dibedakan lagi menjadi tujuh kelompok konjungsi yang menghubungkan hubungan:

  1. Sebab: Konjungsi sebab, dan karena.
  2. Syarat: Konjungsi kalau, jikalau, jika, bila, bilamana, apabila, dan asal atau asalkan.
  3. Tujuan: konjungsi untuk, guna, agar, dan supaya.
  4. Akibat: konjungsi sampai, hingga, dan sehingga.
  5. Perbandingan: konjungsi seperti, sebagai, dan laksana.
  6. Penegasan: konjungsi meskipun, biarpun, kendatipun, dan sekalipun.
  7. Pengandaian: konjungsi seandainya, dan andaikata.

Konjungsi Antarkalimat

Kata penghubung jenis ini menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain yang berada dalam satu paragraf. Berdasarkan sifat hubungannya konjungsi jenis ini dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Hubungan kesediaan untuk melakukan sesuatu, contoh katanya yaitu: jadi, karena itu, oleh sebab itu, kalau begitu, dan dengan demikian.
  2. Hubungan untuk menyatakan penegasan contoh katanya yaitu: lagipula, dan apabila.
  3. Hubungan pertentangan, contoh katanya yaitu: namun, dan sebaliknya.

Contoh kalimat dari konjungsi antarkalimat:

Orang bilang hidup adalah takdir yang tidak bisa kita ubah ataupun ratapi. Namun, menurut pandanganku hidup adalah sebuah pilihan yang harus dilawan dengan cara berjuang dan terus berdoa melawan takdir untuk masa depan yang lebih sempurna dari sebelumnya.

Cerpen – Asa by Marni

Konjungsi Antarparagraf

Agar paragraf satu dengan berikutnya atau yang lainnya padu maka diperlukan konjungsi. Selain padu konjungsi di antarparagraf akan menjadikan suatu paragraf unity, koheren, dan sistematis. Kata untuk konjungsi jenis ini hampir sama dengan contoh kata di konjungsi antarparagraf.

Oleh karena itu kita sebagai penulis selain harus memiliki wawasan pengetahuan tentang kata penghubung, kita juga harus memiliki kepekaan. Kepekaan untuk tahu mana kata yang penghubung yang cocok untuk digunakan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *