Cerpen – Masih Harus Menunggumu by Zaskia Zahwa Tsamara

Cerpen - Masih Harus Menunggumu by Zaskia Zahwa Tsamara

Liam adalah anak tunggal. Tak memiliki kakak ataupun adik. Kedua orang tuanya juga adalah anak tunggal, sehingga ia tak memiliki om, tante, apa lagi sepupu. Hidupnya kini kesepian. Seakan tak lagi memiliki keluarga. Inilah salah satu alasan mengapa aku tak berani meninggalkannya-selain dia baik.

“Maaf Bu, saya telat.”

Tanpa kusadari, seseorang baru saja memasuki kelas. Ia mengenakan jaket hitam. Segera menghadap guru.

“Liam, kenapa kamu telat?”

Orang yang ditanya hanya diam. Sekilas melihatku, lalu kembali melihat guru. “Saya sengaja datang telat, Bu. Saya ingin dijemur bersama orang yang hari ini lupa membawa tugasnya.”

Jeng!

Seketika, jantungku berdebar. Bulir-bulir keringat mulai terbit. Seketika aku sadar, orang yang dimaksud pasti diriku. Aku lupa membawa buku tugas pagi ini.

“Kok kamu bisa tahu aku lupa membawa buku tugas?”

Ia tersenyum, berbisik, “Apalagi kalau bukan karena aku perhatian.”

Aku mendengus, menatapnya tajam. Kini aku tak tahan lagi. Segera aku ingin menanyakan yang sebenarnya. “Liam, sebenarnya kamu maunya apa?”

“Aku mau belajar memahami perempuan dari kamu.”

Tatapanku semakin tajam, “Tapi aku gak mau pacaran, Liam. Aku mau menyelesaikan sekolah. Mau kerja. Masa depan masih panjang.”

Liam mendekat beberapa langkah. Panasnya mentari terik semakin terasa diantara perdebatan kami.

“Yang bilang mau ngajak kamu pacaran siapa? Aku itu….”

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn