
“Kamu mungkin bosan mendengar ini, tapi kau memang pantas dapat yang jauh lebih baik. Seorang sepertimu tidak pantas menjadi sebuah opsi. Kau harus menjadi yang pertama. Perempuan baik manapun tidak pantas mendapat perlakuan seperti itu, Na.”
Kini Nilam memeluk sahabatnya erat, memberi usapan lembut di pundaknya. Terlalu berharga untuk disakiti. Ia tau betul Giana sudah lelah, tetapi tidak memiliki keberanian untuk melepaskan.
Cerpen – Hal yang Hilang by Kirana Amara Putri
Memang bukan hal yang mudah, tetapi bagi Nilam menangis dua bulan lebih baik daripada menghabiskan waktu seumur hidup dengan orang yang salah.
“Bisakah sekarang kamu kumpulkan semua keberanian itu untuk melepasnya?” Nilam bertanya lirih. Aiir matanya ikut menetes.
Ia tidak sanggup lagi melihat sahabatnya seperti ini. Giana hanya memandang Nilam dengan tatapan kosong. Ia meyakinkan dirinya untuk mengumpulkan nyali melepas laki-laki itu.
Artikel yang sesuai:
“Sebenarnya kamu kehilangan apa, Na?” Nilam kembali bertanya lirih.
“Kamu kehilangan dirimu sendiri,” batin Giana.
Hening, hanya suara hembungan angin yang terdengar menyapu rumput menemani dua perempuan yang tengah memandang pohon dengan tatapan kosong.
Penulis: @kiranaamara66






