Cerpen – Hal yang Hilang by Kirana Amara Putri

Hal yang Hilang

“Tidak perlu berteriak seperti orang gila ‘Aku milik Giana!’ Setidaknya, tunjukkan bahwa ia tidak memiliki kapasitas untuk perempuan lain. Menjadikanmu satu-satunya. Kamu terima ia dengan segala masa lalunya yang tidak semua orang bisa terima, tapi lihat? Ia justru menyakitimu habis-habisan.” Nilam kembali menghardik. Ia benci sekali laki-laki itu.

“Kamu pernah dapat bunga yang seperti itu?” Nilam menunjuk bunga yang tak jauh di depannya, cantik.
Giana menggeleng, tersenyum pahit. Jangankan bunga, mendapatkan waktunya saja sulit.

Cerpen – Hal yang Hilang by Kirana Amara Putri

Nilam kemudian berjalan turun ke arah kumpulan bunga itu, memetik satu tangkainya dan memberikannya pada Giana.

“Lihat? Hanya dengan berjalan sedikit saja aku bisa membawakanmu bunga yang indah untuk setidaknya menghiburmu. Seharusnya laki-laki itu bisa saja membuat taman bunga untuk perempuan sepertimu.” Nilam kembali memandang nanar sahabatnya.

Giana tidak pernah protes ketika pria itu memperlakukannya semena-mena. Ia hanya menelan pahitnya. Gadis itu tau persis ketika laki-laki yang ia cinta menceritakan tentang perempuan bayang-bayangnya, menahun bersama dan harus berpisah bukan karena keinginannya. Saat itulah Giana tau bahwa ia harus berbagi dengan wanita lain.

Ia tidak memberontak, hanya menyimpan semua rasa sakit dalam-dalam. Ketika Giana disembunyikan, dikesampingkan, dibuat seolah bukan siapa-siapa, ia hanya diam menyaksikan. Kepintaran yang selalu melekat padanya hilang begitu saja menghadapi hal seperti ini.

Gadis malang itu hanya lelah. Sepanjang hidup, ia harus menjadi pihak yang tersakiti. Kini, ia hanya ingin memperjuangkan orang yang mungkin layak diperjuangkan. Tapi lagi-lagi salah, ia masih bertemu dengan orang yang salah.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn