Cerpen – Gangguan by Ni Made Yuliantari

Cerpen - Gangguan by Ni Made Yuliantari

“Gina!” panggil Dara sedikit berteriak.

“Dar, gue takut.” Tubuh Asya sudah gemetar hebat. Lain halnya dengan Data yang berusaha menyembunyikan rasa takutnya.

“Sya, lo tunggu di sini.”

“Enggak, gue mau ikut lo. Di sini pasti ada hantu, Dar. Lo enggak lihat lampunya kedip-kedip sendiri?”

Tidak ingin meninggalkan Asya. Alhasil, Dara mengetuk pintu kamar Erlan. Pada akhirnya Dara harus menjelaskan lagi apa yang telah terjadi kepada kedua temannya. Dara menyuruh Asya untuk tinggal di kamar Erlan. Sedangkan ia akan menyusul pergerakan Gina.

“Dar, gue ikut sama lo. Biar Baron sama Asya diam di sini,” ucap Erlan. Tak mungkin ia membiarkan Dara mencari Gina seorang diri.

Dara mengangguk pelan. Tepat saat Dara membalikkan badannya, Gina sudah berada di belakang mereka. Tatapannya begitu kosong. Di tangannya membawa satu pisau yang terlihat begitu tajam. Mereka tahu itu bukan Gina yang mereka kenal.

Dari yang awalnya berjalan, Gina tiba-tiba berlari ke arah Dara yang masih berdiri di ambang pintu kamar Erlan. Dengan gerakan cepat, Dara masuk ke dalam kamar Erlan dan mengunci kamar tersebut.

Napas Dara sudah tidak beraturan lagi. Ia masih syok dengan kejadian tadi. Gina hampir saja menyerang dirinya.

“Dar, lo enggak apa-apa?” Nampaknya Erlan begitu khawatir.

Dara tak sanggup bicara. Ia hanya menjawab dengan gelengan kepala.

Suara riuh di luar kembali mereka dengar. Seperti barang-barang yang sengaja diobrak-abrik. Dara menempelkan telinganya di pintu setelah merasa lebih tenang.

Sebuah pisau yang tiba-tiba menembus pintu berhasil membuat Dara kaget untuk kedua kalinya. Pisau itu bahkan berada tepat di depan wajah Dara. Mungkin Gina atau lebih tepatnya hantu yang merasuki tubuh Gina masih berusaha untuk masuk ke dalam kamar.

“Dar, lo tenangin diri lo dulu.” Erlan memapah Dara menuju tempat tidur. Bisa dibayangkan bagaimana berada di posisi Dara.

“Sebenarnya apa yang terjadi sih? Gue bingung. Gue ke sini mau liburan, bukan malah kejebak di rumah hantu.” Baron sudah tidak tahan lagi dengan situasi saat ini. Di tambah lagi, suara riuh dari luar masih mereka dengar.

Dara tolongin gue!” Suara dari luar itu berasal dari Gina.

Asya, Baron, Erlan. Kalian di mana? Gue takut.”

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn