
Keesokan harinya, aku berjalan di koridor seperti biasa. Teman-teman kelasku belum datang semua. Jadi aku memutuskan untuk mencari angin segar untuk melepas kekesalanku kepada Wira.
“Haduh terus gimana? Kita mau ganti gimana?”
“Maaf harusnya aku lebih berhati-hati saat olahraga”
“Ini bukan salahmu, ini kecelakaan”
Aku mendengar sayup-sayup suara banyak orang yang tengah berdiskusi. Aku mencari sumber suara, dan setelah ku cari ternyata berasal dari 6 orang laki-laki yang tengah berkumpul di gazebo sekolah. Aku berjalan santai melewati mereka, karena aku juga tidak punya urusan dengan mereka.
Artikel yang sesuai:
“Hey kamu, Kia kan? Anggota ekstrakurikuler voli putri, kan?” Aku mendengar seseorang memanggilku. Aku menoleh kebelakang ternyata salah satu dari 6 anak di gazebo itu memanggilku. Aku langsung menghampiri mereka.
“Ah, iya. Aku Kia. Ada apa?” aku menghentikan langkah saat sudah mencapai ujung gazebo.
“Kalau tidak salah namamu tidak ada di anggota tim voli classmeet, bisakah kamu bergabung dengan tim kami?” Tanyanya lagi. Aku memiringkan kepalaku tanda kebingungan.
“Eh kenapa harus aku? Bukankah kalian sudah lengkap 6 anggota?” Tanyaku kembali. Laki laki yang memanggilku tadi hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Begini Kia, seharusnya Tio ini anggota tim kami, tapi tangannya keseleo karena kecelakaan saat berolahraga. Tentunya dia gak bisa ikut bermain” jelas laki-laki bertubuh lebih tinggi dari ke 5 temannya.
“Iya. Lagipula kamu kan bisa bermain voli juga. Timnya campuran laki perempuan juga boleh. Kamu bisa membantu kami, kan?” Tambah Tio yang tengah menyangga tangannya yang diperban.
Aku yang benar-benar ingin mengikuti pertandingan langsung menerima ajakan mereka. Aku sudah tidak sabar akan men-smash bola voli itu ke wajah Wira.
“Tunggu. Tapi aku belum terlalu mengenal nama kalian” ujarku sedikit kebingungan. Lelaki bertubuh sedikit kekar ini hanya tersenyum kecil.
“Santai saja, kita bisa berkenalan juga kan nanti” Tio mengacungkan ibu jari kanannya. Dan seketika tangannya yang keseleo menjadi sakit kembali.






