Cerpen – Sean Andreas by Assyifa Putri

Cerpen Sean Andreas

Bentala yang membuatku buta padamu yang telah memberikan dunia padaku. Selama ini, aku terlalu fokus pada diri sendiri. Akan tetapi, Sean, apa kau tahu?

Karena kau yang telah membantu mengukir kisah kepada dunia ini, aku tak perlu memulai semuanya lagi dari awal.

Cerpen – Sean Andreas by Assyifa Putri

Aku hanya perlu fokus untuk mengukir kembali dan menyempurnakan kisah yang telah kita buat. Walau kini hanya aku, tanpa kehadiranmu.

Kau benar, keberadaan cinta itu sejati. Meskipun tak semua cinta harus berakhir dengan indah, kebahagian dan kasih sayang.

Beberapa jenis cinta mengutamakan kesetiaan dan kesempurnaan. Bahkan, terkadang cinta seseorang adalah kehilangan. Seperti diriku, bukan, Sean?

Air mataku perlahan mengalir lagi. Dulu kau berjanji tak akan meninggalkanku. Kenapa sekarang kau tak mengucapkan apapun, Sean? Aku merindukanmu.

Aku rindu tutur katamu yang lembut, juga rambut bergelombangmu yang bergoyang-goyang saat terkena angin.
Wajahmu yang manis dan tentu saja pelukan hangatmu. Sean, aku ingin merasakan semuanya lagi.

Kesedihan yang telah aku bendung selama setahun ini hancur lebur di depan sebuah batu bertuliskan namamu yang indah, Sean Andreas.

Namamu yang indah tak pantas untuk tertulis di atas batu mengerikan itu. Aku tidak sudi kisah hidupmu berakhir setahun yang lalu, di hari pernikahan kita.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn