
Kau membuatku bersedih. Padahal, kau telah berjanji tak akan membiarkanku bersedih, tetapi apa? Sekarang kau membuatku menangisimu setiap malam.
Cerpen – Sean Andreas by Assyifa Putri
Aku membencimu, Sean. Kau memberi kebahagiaan, lalu menamparnya dengan kesedihan yang berlarut. Aku berharap tak pernah bertemu denganmu selama ini.
Siluetmu menghantui benakku. Seperti awal kita bertemu. Kau membangun puing-puing diri ini untuk menghancurkannya lagi. Aku benar-benar membencimu, Sean Andreas.
Aku tak ingin mengenalmu di kehidupan manapun lagi. Matilah kau, Sean. Terbakarlah di neraka. Kau menyiksaku dengan cintamu selama ini.
Kini, ambilah balasannya di neraka. Aku beranjak menjauhi batu nisan bertuliskan namamu. Melaju dengan kecepatan tinggi, berharap saja aku tidak mati.
Artikel yang sesuai:
Februari 2023
Aku kembali terduduk di depanmu, di batu nisan ini lagi. Namun, kini, aku sudah tak diliputi kebencian. Sekarang aku sudah ikhlas.
Walau terkadang aku merasa sakit saat membayangkan sedang memelukmu. Akan tetapi, itu normal. Kita butuh waktu untuk move on.






