Cerpen – Jalan Takdir by Nandang Setiawan

Cerpen Jalan Takdir

Pada akhirnya Damar mendapatkan pekerjaan itu. Ia bekerja dengan sungguh-sungguh meski hanya menjadi seorang pelayan. Namun, ia sangat bersyukur karena Allah masih memberinya kenikmatan.

Hari itu, Damar sedang membersihkan meja 8. Kemudian ia segera pergi ke belakang untuk mencuci piring hingga pekerjaan itu selesai. Berhubung pengunjung kafe sedang sepi, ia beristirahat sejenak.

Cerpen – Jalan Takdir by Nandang Setiawan

Ia melihat ke jendela luar di mana ada seorang lelaki seusianya tengah memarkirkan mobil berwarna merah. Penampilannya rapi, memakai jas dan barang bermerk di tubuhnya. ‘Beruntung sekali anak itu,’ batinnya.

Diusia muda sudah merasakan barang mewah.

‘Suatu saat aku harus seperti itu, bismillah ….’

“Mar, Lo ngapain bengong aja?”

“Eh, Bang Angga, lagi santai aja sih.”

“Bentar ya, gue ke minimarket dulu. Mau nitip gak?”

“Enggak Bang.” Damar beranjak untuk bekerja kembali. Ia harus lebih giat lagi agar bisa sukses.

Setelah pulang bekerja, Damar merebahkan tubuhnya. Seluruh badannya terasa pegal. Ia segera memainkan gawainya, membuka aplikasi Tiktok. Sebenarnya, ia memiliki usaha sampingan sebagai konten kreator.

Meskipun penghasilannya belum seberapa, tapi setidaknya untuk keperluan kuota bisa teratasi. Karena terlalu lelah, Damar ketiduran.

Tiga bulan kemudian, Damar berhasil dengan kontennya. Pengikutnya bertambah drastis dan penghasilan yang meningkat berhasil ia raih. Tentunya dengan usaha, kerja keras, dan doa-doa yang selalu ia lantunkan setiap hari mampu merubah dirinya secara perlahan. Tak ada usaha yang menghianati proses.

Di zaman ini, mencari uang dari konten adalah salah satu pekerjaan yang bisa menghasilkan uang dengan jumlah yang fantastis jika kontennya menarik penonton. Damar dengan telaten dan fokus mulai menekuni dunia kreator tetapi tidak meninggalkan pekerjaan utamanya.

Tak ada yang tak mungkin jika kita berusaha, berdoa, dan bertekad dengan bulat. Semuanya bisa diusahakan jika kita ingin. Kita bisa merubah nasib asal mau berusaha dan tidak menyerah dengan cepat. Damar adalah bukti dari itu semua, usaha dan doa yang selalu dilantunkan takkan pernah berkhianat dengan prosesmu.

Penulis: @nandang01712

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn