3 Jenis Buku Hasil Penelitian, Kamu Pilih yang Mana?

3 Jenis Buku Hasil Penelitian, Kamu Pilih yang Mana?

Luaran dari penelitian yang dilakukan oleh seorang dosen, peneliti maupun mahasiswa bisa beraneka ragam. Tidak hanya berupa publikasi jurnal ilmiah internasional atau nasional, ia juga bisa berupa hak paten maupun berupa buku. Untuk buku sendiri ada ketentuan yang harus dipenuhi, salah satunya ialah memiliki ISBN.

Luaran berupa buku bisa bermanfaat untuk berbagai kalangan, mulai dari guru, mahasiswa, peneliti sampai masyarakat umum. Mengahsilkan buku dari kegiatan penelitian ini tidak hanya bisa dilakukan oleh dosen, kamu sebagai mahasiswa yang sudah menyusun skripsi pun bisa memanfaatkan skripsimu tersebut untuk dikonversi menjadi buku.

3 Jenis Buku Hasil Penelitian, Kamu Pilih yang Mana?

Selain ilmu menjadi tersebar luas, kamu pun bisa mendapatkan royalti dari penjualan buku yang sudah kamu terbitkan dan cetak. Lalu, apa saja sih jenis buku hasil penelitian yang bisa kamu buat? Yuk simak tiga jenisnya sebagai berikut ini:

1. Buku Referensi

Buku referensi adalah buku yang memuat berbagai topik dalam satu bidang keilmuan. Karena itulah jenis buku ini memiliki jumlah halaman yang lebih banyak daripada buku ajar/modul maupun monograf.

Karena topik dalam satu rumpun ilmu yang dibahas ini biasanya banyak maka, buku referensi ini dibagi ke dalam beberapa bab berdasarkan logika bidang ilmu tersebut. Di mana diurutkan dari materi yang paling dasar yang topik pembahasannya paling sederhana lalu ke materi yang lebih lanjut yang mana tingkat kesulitannya lebih rumit tentunya.

2. Buku Monograf

Buku monograf adalah karya ilmiah berbentuk buku yang dituliskan berdasarkan keilmiahan yang berarti di dalamnya didukung dengan data dan teori mutakhir yang lengkap, jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jenis buku hasil penelitian ini juga tersusun dari rumusan masalah yang mengandung nilai suatu ilmu. Namun, rumusan masalah yang tersaji dalam buku monograf ini harus bersifat novelty atau memuat nilai kebaruan.

Perlu kamu ketahui juga bahwa berbeda dengan buku referensi yang jangkauan pembahasannya luas, buku monograf substansi pembahasannya hanya pada satu topik dalam satu bidang ilmu kompetensi penulis. Maka tidak heran jika pada umumnya jumlah halaman buku monograf tidak sebanyak buku referensi.

3. Buku Ajar

Buku ajar dirancang untuk kegiatan belajar mahasiswa yang di dalamnya membuat bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Di dalamnya memuat landasan pengetahuan yang digunakan sebagai alat bantu mengajar dalam proses pembelajaran di sekolah, perkuliahan ataupun belajar mandiri.

Jenis buku hasil penelitian ini oleh mahasiswa digunakan sebagai buku pegangan untuk suatu mata kuliah. Jenis buku ini umumnya ditulis dan disusun oleh pakar bidang terkait dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan.

Karena disusun oleh pakarnya dan diperuntukan oleh mahasiswa, maka buku ajar ini umumnya ditulis oleh dosen atau peneliti. Nah, jika kamu berniat mengkonversi skripsimu menjadi buku untuk tujuan komersial misalnya mendapatkan royalti. maka jenis buku hasil penelitian ini kurang cocok.

Lalu mana yang cocok? Buku monograf adalah pilihan yang tepat. Nah, jika kamu tertarik untuk memiliki buku hasil penelitian maka melakukan konversi bisa menjadi solusi.

Kamu bisa melakukan konversi sendiri maupun menggunakan jasa konversi jika dirasa waktu dan kemampuanmu terbatas. Untuk memilih penyedia jasa konversi pastikan mereka sudah berpengalaman dan berbadan hukum usaha sehingga bukumu tersebut bisa memiliki ISBN yang merupakan syarat yang harus dimiliki oleh buku hasil penelitian.

Sebagai rekomendasinya, kamu bisa menggunakan jasa konversi karya ilmiah/skripsi/tesis/disertasi dari Detak Pustaka. Untuk informasi lebih lanjut terkait jasa ini silakan klik di sini.

Tinggalkan Komentar