Cerpen – Gangguan by Ni Made Yuliantari

Cerpen - Gangguan by Ni Made Yuliantari

“Dara.” Gina langsung memeluk erat tubuh Dara.

Gina sangat takut. Ketakutannya bertambah saat melihat benda-benda di ruangan itu melayang dengan  sendirinya. Ia masih tak mengerti dengan apa yang terjadi. Ketakutan Gina telah mereda semenjak kedatangan teman-temannya.

Tanpa menunda waktu lagi, mereka langsung keluar dari rumah itu. Tak peduli dengan situasi di luar yang masih gelap. Seperti tak diberikan keluar, pintu rumah tersebut terkunci dengan sendirinya. Erlan berusaha membuka pintu. Tetap saja hasilnya nihil.

“Gin, ada kunci cadangan enggak?” tanya Asya.

“Setahu gue, enggak ada.”

“Ron, lo kan jago bela diri. Coba dobrak pintunya,” ujar Erlan.

“Bangun, Er. Lo pikir ini film-film. Ini dunia nyata man.” Sangat mustahil untuk mendobrak pintu yang sangat besar itu.

“Dara, i-itu apa?” tanya Asya sedikit gugup.

Apalagi sekarang? Di belakang mereka berdiri seorang wanita dengan rambut panjang hingga ke ujung kakinya. Rambut itu terlihat begitu kusut. Lalu bagaimana dengan wajahnya? Sangat hancur, banyak terdapat luka di wajah tersebut.

Mata wanita itu menatap tajam ke arah mereka berlima. Hening beberapa saat sebelum akhirnya hantu itu tertawa dengan begitu melengking. Tawa itu berhasil membuat bulu kuduk mereka berdiri.

Semuanya masih diam. Seperti ada magnet yang membuat mereka tidak bisa berlari. Namun, ketika sosok perempuan itu mulai mendekat ke arah mereka, saat itu juga, Erlan menyuruh teman-temannya untuk berlari.

Meskipun sangat sulit untuk mereka menghindar dari kejaran sosok mengerikan tersebut. Mereka berlari tak tentu arah dan akhirnya mereka berhenti tepat di salah satu kamar. Langsung saja ke lima orang itu masuk ke dalam kamar yang berada di lantai bawah.

“Sial, gue hampir mati,” ucap Baron dengan napas tersengal-sengal.

“Tunggu … hantu bisa nembus enggak sih?” Pertanyaan itu keluar dari mulut Asya.

Lagi—hantu itu sudah berada di belakang mereka. Kembali mereka berlari tak tentu arah. Rasa takut mereka bertambah saat, hantu itu selalu mengeluarkan tawanya yang begitu nyaring.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn