
Jenis dan tips ending cerpen kami akan membahasnya pada artikel kali ini. Ending cerita pada cerpen menjadi salah satu bagian dari cerita yang memiliki peran penting.
Apakah ending cerita sudah baik yaitu tidak menyimpang atau sudah beresonasi dengan keseluruhan cerita atau tidak? Dalam membuat ending cerita cerpenmu tidak harus selalu berupa akhir yang bahagia.
Daftar isi
ToggleJenis dan Tips Ending Cerpen yang Bisa Memuaskan Pembaca
Ending cerita disebut juga dengan resolusi. Ada beberapa jenis ending cerita yang bisa kamu gunakan untuk cerpen yang kamu tulis.
Ada juga beberapa tips yang bisa kamu gunakan dalam membuat ending cerpen agar kualitas cerpenmu semakin baik dan juga bisa memuaskan hati pembaca. Silakan menyimaknya pada artikel ini, semoga bermanfaat!
Artikel yang sesuai:
Jenis-jenis Ending Cerpen
Berikut adalah beberapa jenis ending cerita yang bisa kamu gunakan untuk membuat ending cerpen yang kamu tulis.
Ending yang terselesaikan
Akhir cerita jenis ini semua masalah yang diangkat di dalam cerpen telah terselesaikan. Pembaca telah mengetahui dengan jelas bagaimana ending cerita cerpen tersebut. Dapat berupa happy atau pun sad ending.
Happy ending
Merupakan jenis akhir cerita yang paling umum pada cerita pendek atau pun novel. Pembaca lebih sering menyukai Ending cerita jenis ini. Tokoh pada cerpen dengan ending yang bahagia bisa digambarkan dengan keberhasilan tokoh utama dalam mewujudkan tujuan atau impian atau target tertentu.
Sad Ending
Jenis ending cerita yang berikutnya adalah sad ending. Jenis akhir cerita ini jarang dipakai oleh penulis cerpen jika dibandingkan dengan jenis ending yang bahagia (happy ending).
Sad ending dari cerpen misalnya sebuah kegagalan mewujudkan tujuan, adanya kematian, atau kehilangan sesuatu dari Si tokoh protagonisnya. Jika ending yang kamu buat bagus maka tidak menutup kemungkinan pembaca akan merasakan kesedihan yang kamu tulis tersebut.
Ending yang belum terselesaikan
Ending cerita jenis ini biasanya digunakan untuk membuat part berikutnya dari cerpen yang akan kamu tulis. Pembaca akan kamu ajak untuk melanjutkan cerpen part kedua dari cerpen pertama yang kamu tulis.
Ending yang tak terduga atau twist ending
Ending cerita jenis ini ialah ending di mana ada pembalikan yang mengejutkan atau tak terduga pada akhir cerita. Akhir cerita jenis ini akan bisa mempermainkan perasaan atau emosi pembaca. Bila twist yang kamu buat tepat dan baik akan semakin meningkatkan kualitas cerita, tapi jika gagal membuatnya akan beresiko merusak cerita.
Open Ending
Jenis ending ini tidak memiliki resolusi yang jelas. Kamu bisa mengakhiri kisah cerpenmu dengan pertanyaan atau tantangan yang belum terjawab, sehingga membuat pembaca terus berpikir tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya.
Tips membuat ending cerita cerpen
Berikut beberapa tips umum yang bisa kamu gunakan dalam membuat ending cerita cerpenmu.
Jangan membuat ending cerpen yang klise
Ending cerpen yang klise akan membuat pembaca bosan, jadi lebih baik buatlah ending yang unik dan lain daripada umumnya tapi tetap pada jalurnya.
Pastikan ending cerita tidak keluar dari jenis cerita
Tips membuat ending cerpen berikutnya yaitu ending tersebut tidak keluar dari jenis cerita yang kamu angkat. Akhir cerita cerpenmu harus konsisten dengan jenis cerita.
Semisal kamu menulis cerpen komedi dan ceritanya ringan maka akhiri ceritamu dengan akhir yang mencerminkan kondisi tersebut. Singkatnya bagian akhir harus terasa seperti kesimpulan alami atau masuk akal atau logis dari tema, karakter, dan peristiwa cerita.
Itulah jenis dan tips ending cerpen, dalam proses pembuatannya agar tercipta cerita yang ‘utuh’ diperlukan sebuah keahlianmu sebagai seorang penulis. Ending yang kamu buat juga tidak boleh merusak ‘cerita’ keseluruhan cerpen. Bagian akhir dari cerita cerpenmu pun tidak boleh merusak kepercayaan pembaca, tapi tidak pula selalu berakhir bahagia (happy ending).






