Cerpen – Terbuat dari Apa Hati Ibu by Marni

Cerpen - Terbuat dari Apa Hati Ibu? by Marni

“Laras, maafkan Ibu, sayang. Ibu, cuma bisa kasih kamu makan tempe,” ujar Ibu lirih, yang mampu mengusik pendengaranku.

“Ibu itu sayang Laras,  nggak, sih?! Aku capek hidup miskin! Harusnya, Ibu yang kini menjadi tulang punggung keluarga bisa memberikan semua kebutuhan aku. Keperluan gadis yang menginjak remaja itu banyak!” Aku berteriak sembari menghancurkan beberapa benda yang ada di sekitarku. Tak peduli tanganku yang ikut terluka oleh pecahan cermin.

Ibu mengetok pintu berulang kali. Ibu terus mengucapkan kata ‘maaf’ karena selalu membuat aku begini. Hingga suara tangisan-nya pun mulai memasuki indra pendengaranku. Entah mengapa, perasaanku sedikit teriris ketika mendengar Ibu terisak. Jantungku bergemuruh hebat. Merasa bersalah itu ada. Namun, rasa gengsi dan kecewa itu lebih besar. Semua gara-gara dunia yang tidak berlaku adil pada anak yatim ini!

Aku menghela napas gusar, lalu bergegas membuka pintu dengan pikiran kusut.  Aku berjongkok dengan menepuk pundak Ibu yang bergetar hebat.

“Ibu sayang sama aku, ‘kan?”

Ibu mengangguk tegas sembari menepis air matan. Matanya yang tadi sayu kembali bersinar. Sebegitu bahagianya kah dia, hanya karena pertanyaan kecilku tadi? Tangan lembut Ibu membelai pada tanganku yang berdarah. Dengan raut cemas Ibu membersihkan darah itu dengan dasternya.

“Aku mau, Ibu belikan aku ponsel keluaran terbaru.” Aku menyeringai menatap remeh Ibu yang membatu.

Aku bisa melihat dari tatapan Ibu yang melambangkan ‘kecewa’. Aku terkekeh pelan. Yakin penolakan itu ada.

“Ibu, gak punya uang, Laras.”

Aku melotot dengan napas yang naik-turun begitu cepat. Aku segera mendorong Ibu bak Iblis, hingga kepalanya sedikit berdarah karena terbentur kursi bambu. Aku muak dengan semuanya!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn