
Mendengar perkataan Nadia membuatku tertegun. Disaat aku sangat ingin hidup menjadi dirinya, dia malah bilang ingin hidup sepertiku. Tiba-tiba terdengar bunyi panggilan masuk dari ponselku. Tertera nama Bu Dadang di layar ponsel membuat aku segera mengangkatnya.
Betapa terkejutnya aku ketika mendengar kabar bahwa ibu masuk ke rumah sakit setelah di tabrak lari oleh seorang pengendara motor. Saat itu juga aku merasakan duniaku hancur. Nafasku tersengal, keringat dingin mengalir di sekujur tubuhku. Tanpa membuang waktu lagi aku meminta tolong kepada Nadia untuk mengantarkanku ke rumah sakit tempat ibu dirawat. Akhirnya Aku dan Nadia diantar oleh supir keluarganya menuju rumah sakit.
Di tengah perjalanan aku hanya bisa menangis. Aku marah kepada diriku sendiri yang tidak bisa menjaga ibu dengan baik. Aku menyesal karena membiarkan ibu di rumah sendirian, sedangkan aku malah asik menginap di rumah temanku. Sesampainya di rumah sakit aku segera berlari menuju ruangan dimana ibu dirawat. Aku melihat tubuh ibu terkulai lemah di atas tempat tidur. Ada bekas luka di kaki dan tangannya akibat kecelakaan tersebut.
“Ibu maafin Syifa. Tolong jangan tinggalin Syifa, Bu. Maafin Syifa yang gak bisa jagain ibu.” ucapku sambil menangis di samping tempat tidur ibu.
“Tenang saja, ibumu akan sadar sebentar lagi. Tuhan masih memberikan kamu kesempatan untuk menjaganya.” ucap dokter yang baru selesai mengecek keadaan ibu. “Makasih banyak, dok.”
Artikel yang sesuai:
Saat itu juga aku merasa tertampar dengan keadaan yang ada. Aku sadar bahwa ternyata kebahagian yang selama ini aku impikan hanyalah angan kosong. Kebahagian yang sebenarnya sudah aku miliki sejak dulu. Memiliki ibu sebagai sosok yang selalu berada disampingku adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Ternyata kebahagian itu bukan hanya datang dari harta maupun derajat sosial, tapi kebahagiaan itu datang dari orang-orang yang tulus mencintai kita apa adanya.
Mulai hari ini aku berjanji kepada diriku sendiri untuk lebih mensyukuri semua hal yang telah Tuhan kasih untukku. Aku juga berjanji akan senantiasa menjaga orang yang sayang kepadaku karena mereka lebih berharga dari apapun. Satu hal yang aku tau pasti bahwa harta tidak akan bisa membeli kebahagiaan.
Terima kasih karena sudah menunjukkan kepadaku apa arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Wahai orang terkasihku, tajuk mahkotaku. Ibu.
Penulis: Annisa Syakirah






