
Bulir demi bulir keringat membasahi wajahnya, menetes demi menetes. Duh lamanya, mana panas banget. Masa gak ada sih toko di sini? Ia menoleh kiri-kanan.
“Cari angkot dek? ” cowok itu bertanya. Rokoknya sudah habis, sisanya dibuang. “Mau numpang? “
Eisha bergidik. “Ish, norak banget. Enggak lah, tau-tuanys ntar guenya diapain. Gak, makasih. ” ia mencoba tidak menggubris lagi cowok itu.
“Elo cari angkot Surya berjaya kan? “
Eisha mencak-mencak, kali ini sewot. ” apaan lagi sih? Kalo lo mau bilang, gua gak ngeliatin lo! Lo itu… “Ucapannya terhenti sementara. Raut wajah yang tadinya di penuhi bara amarah, berganti kebingungan. ” kok lo tahu gue lagi nungguin itu? “
Cowok itu tidak menanggapi, berjalan ke arah persimpangan jalan, di samping halte.
Artikel yang sesuai:
“Mang! Udah belum? Buruan” cowok itu berteriak. Eisha tidak tahu kepada siapa dia berteriak.
“Bentar bang! Belum siap.. Nikah siap! “
Sebuah angkot keluar dari penghujung simpang. Tak butuh waktu lama Eisha mengenalinya. itu angkot butut yang sedari tadi ia tunggu-tunggu. Nyatanya, hanya beberapa jauh dari halte.
Angkot itu berhenti di hadapannya. Eisha melihat seorang cowok gendut berbotak di kursi pengemudi. Eh? Kayaknya bukan deh? Seingatnya sih, tukang angkotnya gak gendut gendut gini.. Apa jangan-jangan, penculik? Wah, harus kabur nih!
Baru Eisha mencoba untuk melarikan diri, tiba-tiba di tahan oleh cowok bertopi itu. “Eh, mau kemana dek? Tadi katanya nyari angkot. Nih, Angkotnya”
Cowok itu melompat masuk ke dalam angkot. Cowok ber gendut tadi bergeser berpindah posisi ke kursi penumpang di sebelahnya. Dan cowok bertopi itu kini duduk di kursi pengemudi. Cowok itu!
Cowok itu memandangnya dengan tatapan heran. “Kok masih bengong sih? Buruan naik, nanti telat lo nya ke sekolah. Mau naik gak? “
Eisha terkejut ketika cowok itu menurunkan kepalanya, dan pandangan mereka beradu untuk pertama kalinya.
Ya Tuhan, mama, doakan anak gadismu ini baik baik saja jika tidak pingsan saking shocknya!
Eisha tidak akan pernah melupakan cowok itu, dengan topi bisbol nya, baju lusuhnya, celana robeknya, sepatunya penuh berdebu, dan hoodie yang agak kebesaran itu.. Semua kritikan yang ia berikan tentang cowok itu, tapi hanya ada satu hal yang aneh.
Wajahnya GANTENG AMAT!!!
Makanya, seharusnya gue gak ngeliatin dia.
Penulis: Anjelika






