
“Ter Ter, jawaban nomer 35 dong. Kasih aku 1 contoh saja” bisikku seraya menepuk pundak Tera. Tanpa menoleh kearahku, Tera langsung meresponku. “hm? Yang contoh pengamalan sila pancasila ke 5 di masyarakat kan?”
Cerpen – Kenangan Kala Itu by Kayla Bilqis
“iya yang itu. Minta referensi jawabannya 1 dong”
“serius? Gini doang gabisa?”
“woi”
“Tera Kenaya dibangku belakang. Kenapa dari tadi saya perhatikan kalian rebut terus?” secara tiba tiba, Bu Rima—guru pengawas ujian menegur kami. Aku sedikit panik dan mencoba mencari alasan.
Artikel yang sesuai:
“a-anu Bu Rima, Tera tadi pinjem penghapus saya tapi ternyata cuman dibuat mainan. J-jadi saya menegur Tera h-hehe” aku berkeringat dingin saat Bu Rima menatap kearahku. aku bisa mendengar Bu Rima menghela nafas setelah mendengar penjelasanku . “baiklah, Tera tolong jangan usil. Kembalikan penghapus Kenaya sekarang”
Tera hanya mengangguk kecil lalu membalikkan badannya seakan akan tengah mengembalikan penghapusku, padahal tidak.
“tidak melakukan perbuatan yang merugikan pihak umum” Tera berbisik memberikan referensi jawaban. Aku langsung menulisnya, sedangkan Tera langsung berbalik ke posisi semula.
“thanks Tera”
“santai aja”
Setelah cukup lama aku melamun memandangi soal soal ini. Aku mulai mengerjakan kembali sisa-sisa soal yang ada. Melelahkan tapi seru. Aku benar benar ingat pernah berkata kepada Tera, kalau aku tidak akan menyukai fisika. Hahh, ternyata sekarang fisika menjadi pelajaran favoritku.
Setelah kurang lebih 15 menit mengerjakan, kini aku sudah menyelesaikan semua soal ujian IPA. Aku tidak langsung mengumpulkan hasil jawabanku, karena ada beberapa soal yang harus ku periksa ulang. Aku menghitung ulang beberapa soal. Dan perlahan aku mulai menemukan titik terang dari soal tersebut.
Kalo diingat-ingat, kejadian waktu ujian dengan Tera cukup memalukan. Aku jadi sedikit malu saat mengingat moment itu.
Aku merenggangkan otot otot tanganku. Aku melihat jam dinding yang berada di atas papan tulis. jarum jam menunjukkan pukul 08.50, yang berarti sekitar 10 menit lagi waktu ujian pertama akan berakhir. Aku menghela nafas lalu melihat ke arah jendela. Sepersekian detik setelah aku melihat jendela, aku teringat sesuatu kembali
Saat jam kosong setelah ujian kelas 6, aku dan Tera sempat mengbrol sejenak seraya melepas beban pikran. Saat tengah asik mengobrol, ada 2 orang laki laki yang memanggilku dan Tera dari jendela kelas.






