
Jakarta, 2019
Tahun yang biasa saja. Mungkin lebih tepatnya, aku mulai mengabaikan perkataan hatiku tentangnya. Aku mulai fokus dengan diri sendiri dan mencari kesibukan lain untuk mengisi masa luang.
Cerpen – Kemustahilan yang Kuharapkan by Nazla Faira
Setelah ia lulus dan meninggalkan sekolah ini, aku menjalani hari-hari dengan semangat yang tersisa. Bahkan, seringkali aku menghadirkan sosok lain untuk kuakui sebagai seseorang yang kusuka.
Aku mengatakan itu di depan teman-temanku. Untuk menutupi perasaanku yang sebenarnya. Juga agar mereka tidak berpikir bahwa aku sungguh-sungguh menyukainya.
Jakarta 2020
Artikel yang sesuai:
Tahun itu, giliran aku yang meninggalkan sekolah ini. Meninggalkan kenangan tentangnya yang masih terlalu nyata untuk dilupakan.
Namun, inilah siklus kehidupan. Kita harus terus berjalan dan merelakan apa yang sudah tertinggal di belakang. Bagiku, dia adalah bagian dari siklus kehidupanku.
Pada bagiannya aku belajar tentang melepaskan tanpa pernah menggenggam, menjauh tanpa harus mendekat, dan merelakan tanpa sempat memiliki.
Jakarta, 2021
Sudah memasuki tahun keempat, tetapi hal-hal tentangnya masih kuat melekat. Di tahun ini, aku mulai mengerti bahwa tidak ada rasa suka yang selama ini.
Perasaan suka hanya bertahan beberapa bulan. Akan tetapi, perasaanku sudah berusia lebih dari apa yang kupikirkan.
Lalu, haruskah perasaan ini kurawat dalam ketidakpastian? Atau lebih baik kubiarkan hingga hilang perlahan?






