
“Jika masalah kedisiplinan saja tidak becus, bagaimana dengan hal lainnya?”
Brak…
“Ingat, jika kau terlambat sedetik saja, berarti kau telah membuang-buang masa depanmu. Begitu banyak orang yang mengantri untuk bisa berada di posisimu saat ini, dan kau ingin menyia-nyiakannya?”
Brak…
Tangan beruratnya seketika terhenti. Ia telah berhasil mengacak-acak seisi ruangan. Tangan itu benar-benar terhenti sebelum berhasil mendaratkan diri di wajahku.
Artikel yang sesuai:
“Ji… jika benar banyak orang yang mengantri untuk berada di posisiku, mengapa tidak mereka saja? Mengapa tidak mereka saja yang kau utus mengikuti segalanya? Mengapa tidak Ayah saja yang menjadi aku? Biar Ayah bisa menjadikan diri Ayah seperti yang Ayah mau.”
Tanpa harus mendengar apapun itu, aku segera meninggalkan ruangan megah Pak Direktur Sekolah. Tak ada lagi yang harus dijelaskan. Aku harus kembali. Memakai kostum untuk memainkan peran asing pada diriku.
Penulis: Zaskia Zahwa Tsamara






