
“Bapak nggak mau coba kerja di pak Yuda? Dengar-dengar pak Yuda punya peternakan.” Istri Bedu, Siti, tiba-tiba ada di sampingnya. Ia juga melihat mobil Pak Yuda yang lewat di depan rumahnya.
“Siti! Kamu ini bikin kaget aja!” Bedu mengelus dada sambil melihat istrinya dengan sedikit jengkel.
“Tadi apa katamu? Pak Yuda punya peternakan?” Bedu kembali teringat dengan ucapan istrinya barusan. Ia berpikir bekerja di peternakan pak Yuda adalah hal yang bagus. Setidaknya dengan begitu, ia punya pekerjaan tetap agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Cerpen – Bedu Cari Kerja by Kirana Amara Putri
“Iya, Pak, kata orang-orang begitu.” Siti menatap suaminya penuh harap.
“Kalau begitu, besok bapak coba ke rumah pak Yuda, semoga orangnya ada di rumah.” Bedu mengangguk optimis pada istrinya.
Artikel yang sesuai:
Esoknya, pukul sembilan pagi Bedu sudah bersiap pergi ke rumah pak Yuda dengan berjalan kaki. Karena letak rumah mereka tidak terlalu jauh. Di perjalanan, ia berdoa agar tetangganya itu ada di rumah. Sebab ia jarang sekali ada di rumah.
Semua orang di kampung ini tahu kalau pak Yuda punya rumah lain di kota. Ia hanya pulang kampung mungkin sebulan sekali. Begitu sampai di depan pagar rumah yang dituju, Bedu melihat pak Yuda sedang duduk di kursi kayu yang mengkilap sambil membaca koran.
Rumahnya terlihat paling menonjol diantara yang lain. Bagaimana tidak, rumah dua lantai itu seperti berdiri dengan megah di tengah-tengah gubuk tetangganya. Bedu lalu menghela napas sambil berharap semoga ia bisa bekerja di peternakan pak Yuda seperti kata istrinya kemarin.
“Permisi, Pak Yuda.” Bedu masuk ke halaman rumah tersebut dengan wajah ramah.






