
Seminggu berlalu tetapi rasa sakit ku belum juga bisa hilang. Selama itu juga aku selalu menghidar dari Miko. Hari ini setelah pulang sekolah aku menuju taman sekolah hanya untuk duduk dan berdiam memikirkan segala hal yang dapat ku pikirkan. Tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sebelah ku, ternyata Adit.
“Ken, aku ingin mengatakan sesuatu” ucap Adit.
“Apa?”
“Ini tentang Miko”
“Jangan bahas dia” ucap ku mulai emosi.
Artikel yang sesuai:
“Tapi tolong dengarkan dulu Ken” pinta Adit, aku tidak mengatakan iya dan hanya menatap lurus ke depan.
Adit mulai mengatakan kata demi kata, semua yang dikatakannya aku simak, semua yang dia jelaskan membuat ku semakin merasa emosi. Dia berkata jika malam itu aku dan Miko hanya salah paham, semua yang terjadi antara kami adalah salah paham yang dilakukan seseorang.
Miko tidak mengenal perempuan yang memeluk dan menciumnya saat itu. Perempuan itu adalah teman Deri, murid yang dipukul Miko saat pertandingan futsal. Semua ini direncanakan Deri untuk membuat aku dan Miko menjauh, dan saat pertandingan itu Deri mengajak Miko untuk bertaruh, dan hadiah taruhan nya adalah aku.
“Miko marah, karena dia tidak mau kamu jadi taruhan Ken. Dia melakukan semua itu hanya untuk Kamu” aku terdiam mendengar penjelasan Adit.
“Dan malam itu, saat kamu pergi. Deri menghampiri Miko, tetapi Miko tidak mememukul atau melakukan sesuatu padanya”
“Kamu tahu kenapa? karena Miko mulai mendengarkan dan menjadi apa yang kamu inginkan. Miko terus berusaha menjadi yang terbaik di mata kamu”
Air mataku menetes. Segera ku hapus dan mencoba tegar, aku bangkit dari duduk ku. Tetapi sebelum aku pergi Adit mengatakan sesuatu.
“Miko sayang dan cinta dengan kamu Ken, dia sanggup tidak makan dan tidur seharian hanya karena memikirkan kesalahannya pada mu saat itu. Maafkan aku karena waktu itu aku berbohong dan memberi tahu jika Miko berhasil dibujuk untuk makan. Semua itu aku lakukan karena Miko yang memintanya, dia tidak ingin kamu khawatir”
“Satu lagi Ken, saat ini dia ada di depan sekolah menunggu mu, seperti yang dia lakukan selama seminggu ini hanya untuk menjelaskan semua nya, tetapi kamu selalu menghindar”.
Aku tidak tahan lagi mendengar ucapan Adit, aku pergi meninggalkannya dan langsung menuju ke depan sekolah untuk menemui Miko. Benar apa yang Adit katakan, Miko berdiri diam di depan sekolah.
“Miko” panggil ku saat berada di sebelah nya.
“Tari, aku ingin jelaskan semua” ucapnya.
“Tidak ada yang perlu kamu jelaskan lagi, Adit sudah menjelaskan nya”
“Maafkan aku”
“Aku yang harus minta maaf karena mengulangi kesalahanku dengan tidak mendengarkan terlebih dahulu penjelasan kamu”
Miko tersenyum dan langsung memeluk ku, aku membalas pelukan nya.
“Jangan pernah pergi lagi Tari, jangan pernah menangis lagi. Aku tidak mau itu semua terjadi” ucapnya.
“Aku mungkin tidak akan bisa menjadi lebih baik, tidak akan bisa menghilangkan keras kepalaku, tetapi aku akan memberikan cinta yang terbaik untukmu, jadi tolong jangan pergi” ucapnya lagi.
“Aku tidak akan pergi dari kamu, karena aku sudah menemukan cinta yang terbaik untukku” balasku dalam pelukan Miko.
Miko melepaskan pelukan nya dan menatap ku, dia tersenyum. Senyum yang seminggu lebih ini aku rindu kan.
“Kita mulai dari awal” ucapnya dan aku hanya mengangguk sambil tersenyum bahagia.






