Cerpen – Terbaik Untukmu by Komarieh

Cerpen - Terbaik Untukmu by Komarieh

Apa selama ini aku memaksakan keinginanku, apa keberadaanku membuatnya menjadi seperti terkekang. Aku hanya ingin dia menjadi lebih baik, aku hanya ingin Miko menjadi orang yang dihargai.

“Dan kamu selalu marah-marah dengan semua masalah yang aku lakukan, sebelum sempat aku menjelaskan nya”

“Kamu merasa aku memaksakan keinginanku, aku mengekang kamu, kehadiran ku di sini hanya bisa membuat kepalamu menjadi pusing karena mendengar amarahku” tutur ku menatap Miko tajam.

“Baiklah, aku tidak akan marah-marah enggak jelas lagi dengan kamu, tidak akan memaksakan keinginanku lagi dan sekarang kamu bebas, bebas berbuat apa pun yang ingin kamu lakukan” ucap ku dan pergi meniggal kan Miko sendiri di dalam kelas.

Aku melihat keluar, merenungi apa yang terjadi tadi saat di sekolah. Tanpa ku sadari setetes air jatuh dari pelupuk mataku. Apa aku menangis, segera ku hapus air mata itu. Aku ingat, Miko pernah mengatakan tidak ingin jika aku menangis, apalagi disebabkan olehnya. Namun, sekarang satu tetes air mataku jatuh karena dia.

Aku bangkit dari duduk ku di depan meja belajar dan menuju tempat tidur ku. Ku raih handphone yang ada di atas bantal kulihat layarnya, kosong. Miko belum menghubungi ku. Dia tidak ingin memperbaiki semua, apa dia melupakan semua hal yang sudah kita lewati selama 2 tahun. Dan hanya masalah seperti itu membuat aku dan dia jauh seperti ini.

Aku khawatir jika Miko melakukan hal-hal yang tidak baik malam ini, jadi kuputuskan untuk menghubungi tante Aya untuk menanyakan kabar Miko.

Saat tante Aya mengangkat teleponnya aku langsung menanyakan keadaan Miko, tetapi tante Aya mengatakan jika Miko belum pulang ke rumah sama sekali, terdengar suara khawatir dari tante Aya, aku menenangkan nya dan mengatakan akan bertanya kepada Adit, mungkin dia tahu di mana Miko.

Setelah mengakhiri hubungan telepon dengan tante Aya, aku langsung menghubungi Adit, dia mengangkatnya. Aku bertanya apakah dia tahu dimana Miko, dan Adit mengatakan jika Miko berada di rumahnya, dia tidak ingin pulang ke rumah dan akan menginap di rumah Adit.

Aku lega mendengarnya, setidaknya Miko bisa menenangkan diri dulu di rumah Adit. Aku bertanya sekali lagi apa yang sedang Miko lakukan saat ini, Adit mengatakan jika sejak pulang sekolah tadi Miko hanya memainkan gitar sambil melihat keluar jendela, tanpa minum atau makan sedikit pun.

Miko belum makan sampai malam ini, apa yang dia pikirkan, apa dia ingin sakit. Aku mengatakan pada Adit agar membujuk Miko untuk makan. Setelah itu ku tutup telepon bersama Adit dan aku langsung menghubungi tante Aya jika Miko menginap di rumah Adit malam ini.

Layar handphone ku menyala, pesan dari Adit yang berisi jika Miko berhasil dibujuk untuk makan. Syukurlah, walaupun aku marah padanya tetapi aku sayang dan tidak ingin Miko sakit.

Ku putuskan untuk tidur, tetapi malam ini terasa begitu panjang. Mataku tidak ingin terlelap. Aku terus memikirkan Miko, apa dia sudah tidur atau belum. Dan akhirnya pukul 3 subuh aku baru bisa terlelap tidur.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn