Cerpen – Setangkai Mawar by Ambarwati Friska Panigoro

Setangkai Mawar

Nyaman. Ditemani lantunan musik, aku pun tertidur lelap. Tak lama kemudian, aku bermimpi bertemu dengannya.

Dirinya tersenyum manis. Ya, aku ingat senyuman itu. Hanya dia yang memilikinya. Suara khas laki-laki memanggil namaku dengan lembut.

Cerpen – Setangkai Mawar by Ambarwati Friska Panigoro

Aku bertanya kenapa ia pergi? Kemana dia selama ini? Dasar, ini mimpi bodoh. Tidak mungkin ia akan menjawabnya. Tapi tak apa, karena bermimpi bisa bertemu dan mendengar suaranya saja sudah cukup.

Aku berlari dan memeluknya erat. Tidak ingin aku melepasnya. Dengan terus memohon agar ia tak pergi meninggalkanku lagi.

Ia hanya mengelus rambutku sambil berkata bahwa dirinya tidak akan pergi lagi dan akan terus bersamaku. Rasa bahagia menyelimutiku, meski ini hanyalah mimpi semata. Akan tetapi, kenapa perasaan yang kurasakan sangat nyata?

Dia memintaku untuk bangun. Namun, aku enggan dan menolaknya. Jika terbangun, aku tidak dapat melihatnya kembali. Ia tak menyerah dan terus mendesakku, karena ia sudah menungguku.

Aku terkejut mendengarnya. Ku lihat dirinya dan masih ragu untuk bangun. Namun, karena terus didesak aku pun menurutinya. Perlahan aku membuka mata, kepalaku terasa berat. Aku meluruskan tubuh dan … aku terkejut. Ia duduk disana sambil tersenyum menatapku.

“Putri tidur sudah bangun?” tanyanya dengan nada bicara menggodaku.

Curang. Dasar curang. Aku melongo dengan penampilan yang sudah urak-urakkan. Segera ku rapikan penampilan kusutku, dan ia hanya tertawa. Tanpa sadar aku tersenyum dan bertanya kemana dia selama ini. Ia hanya tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

Setahun yang lalu, dia memberiku setangkai mawar. Sekarang ia kembali membawa sekotak cincin dan melamarku. Saking terkejutnya, aku tidak bisa banyak berkata-kata dan hanya mengiyakannya. Ternyata dia menghilang untuk pergi keluar kota dan mempersiapkan hari ini.

Penulis: @friskapika_chan

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn