Cerpen – Senja yang Menyapa by Komarieh

Cerpen - Senja yang Menyapa by Komarieh

Sore itu aku mendapatkan nasehat yang membuat ku menghilangkan kegelisahan karena hati beku ku. Dan sore itu juga aku mendengar seorang Deli yang ceria dan berperilaku kocak berkata bijak. Dan aku masih mengingat gurauan nya saat menasehati ku.

“Kamu kok beda gini sih, mana Senja yang jail dan pengganggu orang. Enggak asik ah, yang aku tahu seorang Senja jarang galau, kecuali jika nilai UAS dapat nilai D, heheheh”

Aku mulai menata dari awal, aku semakin mendekat kepada Allah, menyerahkan hatiku dan menunggu saat waktunya tiba, di mana hati ku akan jatuh di tempat yang semestinya. Entah itu pada Abdullah yang sederhana atau bukan.

Dan aku menyebut perasaan itu, perasaan yang membuat hati kaku ku menjadi beku, kemudian mencair dan membeku lagi dengan senja yang menyapa hati.

Karena, saat senja sinar nya begitu indah, tetapi hanya sementara tergantikan oleh gelapnya malam. Keesokan harinya akan datang kembali dengan sinar yang sama, dan seterusnya seperti itu. Hanya indahnya yang membekas di pelupuk mata.

Begitulah dia yang pernah singgah di hati kita, datang kemudian membuat perasaan yang tak dapat diartikan, lalu pergi meninggalkan perasaan yang semakin sulit diartikan. Tergantung diri kita yang menyikapi nya, ingin semakin larut dengan dia yang belum pasti atau mencoba mencari yang pasti dengan keindahan yaitu keindahan cinta Allah.

Penulis: @jejakoma

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn