Cerpen – Min Verden by Adhina Tabryana

Min Verden

Kali ini, bolehkah aku egois? Aku tak akan pernah melepas atau merelakannya. Akan ku bayar keserakahan ini dengan harga yang pantas. Akan ku sambut dunia yang kau tunjukan padaku dengan melepaskan bayangan diriku pada masa lalu.

Gadis kecil dengan wajah yang mirip denganku, kini menatapku. Ia berkata, “Apakah kau yakin kali ini akan baik baik saja?”

Cerpen – Min Verden by Adhina Tabryana

“Iya, semua akan baik baik saja,” jawabku.

“Kau tak akan menderita lagi?” tanyanya sekali lagi.

“Aku tak bisa berjanji, tapi aku akan berusaha.”

Mendengar itu, ia menjulurkan jari kelingkingnya. Aku menyambut kelingking itu dengan tersenyum. Kami mengaitkan jari masing masing dan berkata, “Kita berdamai, ya”.

Suara alarm membangunkanku, sekarang tak apa apa. Aku akan baik baik saja, tak perlu lagi ada tangisan tiap malam, atau goresan yang tak bermanfaat seperti dulu. Kali ini aku tak sendiri.

Wahai duniaku di masa lampau, kini aku merelakan segala hal yang telah terjadi. Untuk sekarang dan untuk masa depan yang masih berwarna abu, aku akan mengenangmu sebagai masa lalu. Sebagai pengalaman dan berdamai dengan segalanya. Terima kasih telah memberikan pelajaran untukku.

Manusia harus melepaskan sesuatu sebelum mendapat sesuatu. Hiduplah dalam masa kini, relakan segala kegagalan dalam masa lalumu. Kematian tidak akan menyelesaikan segalanya. Berdamailah dengan dirimu sendiri. Berjuanglah untuk apa yang akan ada di depanmu. Duniamu akan baik baik saja.

Penulis: @dhin_xy

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn