Cara Mengumpulkan Data untuk Penulisan Feature

Cara Mengumpulkan Data untuk Penulisan Feature

Data untuk penulisan feature merupakan salah satu bentuk bukti penguat informasi. Informasi yang semakin kuat akan semakin membuat artikel feature menjadi lebih menarik dan dapat dipercaya.

Mengumpulkan data atau sumber informasi penulisan feature bukan suatu hal yang mudah. Pada proses menulisnya saja bisa dikatakan susah, apalagi mencari sumber informasi penulisan feature. Permasalahan menjadi bertambah jika kamu adalah penulis pemula.

Cara Mengumpulkan Data untuk Penulisan Feature

Untuk itu pada artikel kali ini kami akan membahas cara mengumpulkan data sebagai sumber penulisan feature atau berita kisah. Khususnya apabila kamu adalah penulis pemula yang hendak menulis atau sedang mengikuti lomba feature, maka artikel ini cocok untukmu.

Seperti yang sudah diuraikan pada artikel sebelumnya tentang proses penulisan feature, mengumpulkan data termasuk ke dalam proses riset atau pengamatan lanjutan. Di mana proses penelitian lanjutan dilakukan diantaranya jika kamu sudah tahu akan menulis feature dengan topik apa.

Lebih lanjut kedua cara mengumpulkan data di bawah ini adalah tahapan berikutnya yang seharusnya kamu lakukan. Berikut adalah penjelasannya, silahkan menyimaknya!

1. Mengumpulkan data dengan melakukan observasi

Melansir Universitas Jurnalistik, observasi atau pengamatan dilakukan pada tahap awal pencarian data tentang suatu hal. Proses pengamatan akan mengandalkan kepekaan indra yakni kepekaan dalam melihat, mendengar, mencium, dan menyentuh.

Perlu kamu tahu bahwa dalam proses observasi kamu dilarang melakukan penilaian terhadap realita yang kamu lihat. Karena dalam proses ini tugasmu adalah mengamati dan menyimpannya secara utuh dan murni. Maksudnya adalah benar-benar terjadi tanpa kamu tambah dan kurangi.

Proses mencari dan mengumpulkan data melalui observasi bersifat langsung dan orisinil. Kamu harus mengamatinya secara langsung yang berarti tidak berdasarkan teori, pikiran, dan pendapat. Serta data yang kamu kumpulkan cara mendapatkannya bukan dari orang atau sumber kedua atau bahkan ketiga.

Dalam proses penulisan feature, melansir buku Teknik Penulisan Feature karya Arifin S. Harahap kamu perlu melakukan pengamatan secara detail masalah yang tengah kamu garap. Kamu perlu mencatat bagian yang memukau untuk disampaikan kepada pembaca.

2. Mengumpulkan data dengan melakukan wawancara

Semua jenis tulisan jurnalistik hampir semuanya memerlukan proses wawancara. Tujuan wawancara secara umum antara lain untuk:

  1. Menggali informasi
  2. Komentar
  3. Opini
  4. Fakta dan data tentang suatu masalah atau peristiwa

Pada saat kamu menulis feature, apalagi jenis feature profil maka wawancara merupakan sebuah keharusan. Melalui proses ini kamu dapat menggali dan mengorek lebih dalam kehidupan seseorang atau kelompok atau organisasi.

Wawancara dapat kamu lakukan secara langsung maupun melalui telepon. Namun proses wawancara langsung dirasa lebih baik dari pada wawancara tidak langsung jika kamu hendak mencari data untuk feature-mu.

Wawancara tidak langsung dapat kamu gunakan jika kamu merasa ada data yang kurang, semisal lupa kamu tanyakan. Jadi sifatnya hanya pelengkap bukan data utama. Karena data utama sebaiknya kamu gali langsung dari narasumber. Dari proses wawancara, lahirlah jawaban, pemikiran, gagasan, keprihatinan, gugatan, harapan, dan kebenaran.

Itulah dua cara dalam mengumpulkan data untuk penulisan feature. Apakah semua data yang kamu dapat harus kamu tulis atau cantumkan semuanya?

Tentu saja tidak, kamu cukup menggunakan data yang sekiranya kamu perlukan saja. Tapi dalam proses pengambilannya kamu tetap harus detail dan terperinci. Sehingga kamu lebih leluasa dalam proses menulis, dengan demikian artikel feature-mu menjadi lebih kredibel, menarik, dan tidak hambar untuk dibaca.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *