
Tugas pertamaku adalah menyelesaikan kursus kilat selama sebulan yang akan membantu aku beradaptasi dengan budaya, sistem pendidikan, dan bahasa setempat. Kursus ini juga akan memberiku kesempatan untuk bertemu dengan banyak mahasiswa internasional yang akan menjadi teman-temanku selama studi ini.
Pada hari pertama kursus, aku duduk di antara teman-teman sejawat dari berbagai negara, semua dengan semangat yang sama untuk mengejar mimpi yang sama. Saat istirahat siang, aku berkenalan dengan seorang mahasiswa asal negara Eropa itu, namanya Jace. Dia teman sejawatku dalam kursus kilat ini.
Cerpen – Bonds Beyond Borders by Dearu Dea Paul
Kami mulai berbicara tentang pengalaman dan apa yang menginspirasi kami untuk mengejar pendidikan lebih tinggi. Jace adalah orang yang ramah dan berpengetahuan luas tentang negaranya. Kami berbicara tentang perbedaan budaya, makanan, dan bahasa. Ia juga menawarkan untuk membantuku memahami beberapa hal yang mungkin agak sulit dipahami oleh orang asing.
Bulan berikutnya, Jace menjadi temanku yang setia. Dia membantu aku memahami banyak hal, termasuk kehidupan sehari-hari di negara ini, tempat-tempat menarik yang bisa aku kunjungi, bahkan membantu memperbaiki kemampuan bahasa Inggrisku.
Kami sering menghabiskan waktu bersama, berjalan-jalan di sekitar kampus, mencicipi makanan lokal, dan berbicara tentang mimpi dan harapan kami di masa depan.
Artikel yang sesuai:
“Jika kau tak keberatan, apa yang kau harapkan di negara ini?” tanyanya menggunakan bahasa Inggris.
“Aku mengharapkan banyak hal. Salah satunya untuk belajar tidak hanya dalam hal akademik, namun budaya dan cara hidup di sini. Aku ingin tumbuh sebagai individu dan mendapatkan pengalaman berharga yang akan membantu aku di masa depan. Dan tentu saja, aku ingin menjelajahi negara ini dan melihat tempat-tempat yang indah,” Jelasku padanya.
Jace terkekeh pelan mendengar ucapanmu.






