
“Gimana, makanan disini enak banget kan,” ucap Davino memulai percakapan supaya tidak kaku.
“Hmm, ya lumayan,” balas Afifah sambil makan spagety yang Davino pesan untuknya.
”Ekhm, ekhem… ”
‘Kenapa? Keselak? Kalau keselak minum. Nih, minumnya,” tawar Afifah sambil menyodorkan segelas jus oren ke Davino
“Makasih,” lontar Davino
”Aku…. A-aku… ” Davino gugup.
Artikel yang sesuai:
”Aku kenapa?”
”Aku suka sama kamu, mau gak jadi pacar aku.”
Afifah seketika tersedak… “Jadi, kamu ngajak aku makan ada maksud tertentu? Maaf ya. Aku udah punya pacar dan sebentar lagi kita akan menikah.
”Yakin banget kalau dia jodohmu? Kalau ternyata, jodohmu ada di depan mata gimana.”
“Iuhhhh… Gak usah sok percaya diri deh. Udahlah, aku mau pergi dari sini. Males banget ketemu cowok kayak kamu. Dasar playboy!”
Davino memukul meja. Ia benar-benar kesal karena baru pertama kali patah hati gara-gara cewek. Afifah pun lantas pergi dari hadapan Davino dan berharap tak bertemu dia lagi.
Pesanku untuk para laki-laki diluar sana… Jangan suka mempermainkan hati seorang wanita. Cukup cintai satu wanita dan membuat wanita yang jatuh cinta kepadamu itu merasa nyaman berada di sampingmu.
Penulis: Namira Tentisa Aden






