Jenis Teknik Pengambilan Sampel Secara Acak, Apa Saja?

Jenis Teknik Pengambilan Sampel Secara Acak, Apa Saja

Dalam rangkaian penulisan skripsi, kamu wajib mengetahui bagaimana teknik pengambilan sampel. Pada sub bab teknik pengambilan sampel, isinya dapat berbeda, bergantung pada jenis skripsi apa yang kamu pilih, dan teknik mana yang cocok dengan penelitianmu. Artikel ini akan membahas lebih mengerucut terkait jenis sampling probabilitas (sampel acak).

Jenis Teknik Pengambilan Sampel Secara Acak, Apa Saja?

Terdapat 2 jenis teknik pengambilan sampel. Teknik yang pertama yaitu sampling probabilitas atau sampel acak, yang nantinya akan mimin bahas. Yang kedua adalah sampling non probabilitas atau sampel tidak acak. Secara umum, teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari suatu populasi. ng kedua adalah sampling non probabilitas (sampel tidak acak).

Jika menurut ahli Margono (2004), adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya. Dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.

Jenis teknik penentuan sampel secara acak

Sampel acak (sampling probabilitas) adalah cara pengambilan sampel yang menggunakan kaidah peluang dalam penentuan elemen sampelnya. Jika 1 populasi terdiri dari elemen populasi sebanyak 100, lalu yang menjadi sampel hanya 50, maka setiap elemen memiliki kemungkinan 50/100 untuk bisa menjadi sampel. Lalu ada apa saja jenis sampel acak?

1. Sampel acak sederhana (simple random sampling)

Sesuai dengan pengertian di atas, agar bisa menerapkan kaidah peluang dalam penentuan sampel, maka memerlukan kerangka sampel. Kerangka sampel adalah suatu daftar yang berisi kumpulan elemen-elemen populasi beserta informasinya. Elemennya berupa benda atau makhluk hidup.

Terdapat Tabel Angka Random (TAR) untuk menentukan sampel pertama, ini berfungsi sebagai penjagaan agar peluang terpilihnya suatu sampel secara acak bisa sesuai. Angka yang terpilih berasal dari angka dari salah satu elemen populasi yang sudah terdaftar atau terbentuk dalam kerangka sampel. Terdapat metode-metode untuk menentukan sampel yang akan terpilih, yakni langkah-langkahnya harus memenuhi kaidah di bawah ini :

  1. Siapkan kerangka sampel
  2. Siapkan tabel angka random
  3. Menentukan metode pemilihan sampel yang sesuai menurut peneliti

2. Sampel acak sistematis (systematic random sampling)

Suatu metode pengambilan sampel, hanya pada unsur pertama saja dari sampel yang sudah terpilih secara acak. Sedangkan, unsur selanjutnya secara sistematis menurut pola tertentu. Sampel ini kerap kali mengalami masalah sampling error yang lebih kecil.

Penyebabnya, karena anggota menyebar secara merata di seluruh propinsi. Syarat agar bisa memilih teknik ini pada penelitianmu adalah populasinya harus besar, harus sudah tersedia atau memiliki kerangka sampel, dan terakhir populasi harus bersifat homogen. Homogen artinya keseluruhan individu yang menjadi anggota populasi, harus memiliki sifat atau karakteristik yang relatif sama antara satu dengan lainnya.

Langkah-langkah pengambilan sampel acak sistematis :

  1. Tentukan populasi dan susun kerangka sampel
  2. Tetapkan jumlah sampel untuk penelitian, dengan cara menggunakan pertimbangan metodologis
  3. Tentukan kelas interval
  4. Tentukan angka atau nomor awal, di sela-sela kelas interval tersebut secara acak
  5. Mulai mengambil sampel. Acak dari angka atau nomor awal yang terpilih, dan nomor interval berikutnya hingga memenuhi jumlah sampel.

3. Sampel acak berstrata (stratified random sampling)

Adalah metode pengambilan sampling pada populasi yang memiliki susunan bertingkat atau berlapis-lapis. Cocok untuk penelitian yang populasinya memiliki anggota atau unsur yang tidak bersifat homogen, dan berstrata secara proporsional, sehingga setiap strata harus terwakili dalam sampel.

Langkah-langkah pengambilan sampel acak strata :

  1. Tentukan populasi dan daftar anggota populasj
  2. Kelompokkan populasj berdasarkan strata yang kamu inginkan
  3. Tentukan jumlah sampel dalam setiap strata
  4. Pilih sampel dari setiap strata secara acak

4. Sampel acak bertingkat (multi stage sampling)

Penggunaan dari beberapa metode random sampling secara bersamaan dalam suatu penelitian secara efektif dan efisien. Ada syarat yang harus kamu ketahui dan penuhi sebelum memilih teknik ini, yakni :

  • Populasinya cukup homogen
  • Jumlah populasinya harus sangat besar
  • Menempati daerah atau domain yang luas

Langkah-langkah untuk pengambilan sampel acak bertingkat :

  1. Menetapkan populasi
  2. Menetapkan tingkatan
  3. Menghitung besar sampel
  4. Mengambil secara acak sejumlah unsur pada setiap tingkatan
  5. Mengambil acak sesuai besar sampel di tingkat terakhir

5. Sampel acak area (cluster random sampling)

Jika populasi penelitianmu terdari kelompok atau cluster, maka menggunakan teknik ini sangatlah cocok. Maka setiap unit yang terpilih, menjadi sampel, bukan individu. Pemilihan cluster sampel ini harus dipilih random dari populasi cluster.

teknik ini cocok digunakan untuk penelitian mengenai suatu hal terhadap bagian yang berbeda dalam instansi, apabila objeknya sangat luas. Langkah-langkahnya:

  1. Tentukan populasi cluster
  2. Tentukan berapa cluster sebagai sampel
  3. pilih cluster sampel secara acak
  4. teliti setiap individu dalam cluster sampel tersebut

Untuk artikel selanjutnya akan membahas teknik pengambilan sampel secara tidak acak, atau sampling non probabilitas. Kira-kira menurutmu mana teknik yangs esuai dengan penelitianmu?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *