
Menentukan ukuran buku yang akan digunakan merupakan salah satu tahapan penting yang terkadang dianggap enteng oleh penulis pemula. Di samping untuk keperluan estetika, dimensi kertas juga berpengaruh pada kenyamanan pembaca buku dalam menggenggam dan membalik setiap halaman.
Ukuran buku memiliki jenis yang beragam, mulai dari A5 untuk karya fiksi dan nonfiksi hingga F4 yang sering dipakai untuk mencetak buku teks atau ajar. Pemilihan ukuran yang tepat akan membuat tampilan buku menjadi lebih profesional dan memiliki format yang ideal.
Daftar isi
Toggle7 Jenis Ukuran Buku yang Biasa Dipakai dalam Penerbitan
Di dunia penerbitan, terdapat standar ukuran yang biasa digunakan agar proses cetak menjadi lebih efisien dan ekonomis. Melalui artikel ini, kita akan mempelajari tujuh jenis ukuran buku yang lazim dipakai oleh penulis-penulis buku profesional. Penasaran apa saja jenis-jenisnya? Yuk, kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:
1. Ukuran A5
Jenis ukuran buku paling populer di kalangan penulis untuk mencetak karyanya yaitu A5. Buku yang memiliki ukuran 13 cm x 19 cm ini, sebagian besar digunakan untuk karya tulis yang berkategori novel. Ukuran ini dinilai paling pas untuk sebuah buku fiksi dan sudah menjadi pedoman umum di dunia penerbitan dalam negeri.
Artikel yang sesuai:
Selain karena sudah berstandar ISO 216, salah satu alasan utama pemilihan ukuran A5 adalah kenyamanannya ketika dipegang. Ukurannya yang tidak terlalu besar membuat tangan tidak cepat pegal, tapi juga tidak terlalu kecil sehingga tulisan di dalamnya masih enak dibaca. Dengan begitu, pembaca lebih mudah memasukkan buku ke dalam tas dan membacanya di mana saja.
Cara termudah memvisualisasikan ukuran kertas A5 yaitu dengan mengambil selembar kertas fotokopi (A4) kemudian lipat tepat di tengah. Jadi, ukuran buku A5 ini merupakan setengah dari ukuran kertas A4.
2. Ukuran A6
Jenis ukuran buku yang biasa dipakai di industri penerbitan yang kedua adalah A6. Hanya memiliki dimensi sekitar 10,5 cm x 14,8 cm, menjadikan buku ini jauh lebih kecil daripada buku berukuran A5. Karena praktis dan mudah dibawa bepergian, banyak yang menyebut buku ini sebagai ukuran kantong.
Penerbit memanfaatkan ukuran A6 ini untuk buku-buku yang isinya tidak terlalu padat, seperti buku kumpulan puisi atau buku saku yang memuat panduan praktis. Di samping itu, ukuran ini juga sangat populer untuk dijadikan buku catatan (notes) maupun brosur yang mudah dibagikan di jalan.
3. Ukuran A4
Jenis ukuran buku ketiga ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga teman-teman mahasiswa atau pelajar. A4 adalah jenis kertas yang sering digunakan untuk fotokopi atau mencetak dokumen penting. Mempunyai dimensi 21 cm x 29,7 cm, ukuran ini sudah menjadi standar baku untuk buku-buku berbau akademik atau referensi.
Apabila kalian sedang menyusun tugas akhir, skripsi, tesis, makalah, atau jurnal ilmiah, ukuran A4 merupakan pilihan yang wajib mahasiswa pakai. Ukuran ini memberikan ruang yang cukup luas untuk menampung teks yang padat, tabel, serta grafis yang biasanya terdapat dalam karya tulis ilmiah.
Tidak hanya agar tampilan buku terlihat rapi, pemilihan ukuran ini juga mampu memberikan kesan formal dan profesional untuk dokumen atau buku. Oleh karena itu, tidak perlu kaget saat melihat buku-buku referensi atau ensiklopedia memakai ukuran A4. Hal ini dilakukan agar semua informasi penting dapat tersampaikan dengan jelas tanpa terlihat penuh atau sesak.
4. Ukuran UNESCO

Jenis ukuran buku yang sering dipakai untuk buku-buku terbitan kampus atau jurnal ilmiah adalah UNESCO. Dengan dimensi sekitar 15,5 cm x 23 cm, ukuran ini merupakan salah satu standar yang diakui secara internasional.
Banyak penerbit luar negeri yang justru lebih suka menggunakan ukuran UNESCO untuk mencetak berbagai genre buku, bukan untuk karya ilmiah saja. Ukurannya sedikit lebih besar daripada A5, membuat buku tampak lebih kokoh dan karismatik saat terpajang di rak.
Meskipun pemakaiannya di Indonesia masih terbatas pada karya akademik (buku ajar, referensi, dan pendidikan), tapi justru sangat populer di dunia penerbitan global. Bila kita melihat novel impor dengan ukuran yang lebih lebih ketimbang novel lokal yang biasa kita baca, dapat dipastikan karya fiksi tersebut menggunakan ukuran UNESCO.
5. Ukuran B5
Buku ukuran B5 tidak boleh kita lupakan dalam daftar ini. Sama seperti ukuran A5 dan UNESCO, B5 juga masuk ke dalam standarisasi internasional untuk seri B. Memiliki ukuran 17,5 cm x 25 cm, membuat buku terlihat lega dan nyaman untuk dibaca.
Pada umumnya, ukuran B5 penerbit pilih untuk mencetak buku-buku edukasi, buku pelajaran sekolah,referensi, maupun buku pengetahuan umum. Selain memberikan ruang yang cukup untuk ilustrasi dan teks, ukuran ini dianggap sangat tepat untuk proses belajar siswa. Meskipun memiliki ukuran yang relatif besar, buku ini tidak terasa terlalu berat ketika digenggam.
Bagi anak-anak atau pelajar, ukuran ini sangat membantu meningkatkan fokus ketika ingin memahami suatu materi. Halamannya juga cukup luas untuk mencatat atau sekadar memperhatikan gambar pendukung, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
6. Ukuran F4
Jenis ukuran buku yang umum digunakan oleh penerbit yang keenam adalah F4. Di Indonesia, kertas F4 sering juga kita sebut dengan nama kertas Folio dan banyak orang yang manfaatnya untuk menyalin berbagai dokumen penting atau surat perjanjian. Jika kita lihat secara cermat, F4 sedikit lebih panjang daripada kertas A4.
Walaupun sering dipakai untuk mencetak dokumen kantor, terdapat beberapa jenis buku yang memang khusus menggunakan ukuran F4. Tujuannya adalah supaya teks yang ada di dalamnya dapat terlihat lebih besar dan jelas. Dengan begitu, pembaca tidak perlu menyipitkan mata ketika membaca buku ukuran ini.
Biasanya, ukuran buku ini ditemukan pada karya-karya yang berhubungan dengan pelajaran atau buku cerita untuk anak-anak yang memerlukan ruang lebih luas. Dengan ukuran yang panjang ini, penerbit bisa merancang layout tulisan dan gambar dengan lebih leluasa agar terlihat lebih menarik.
7. Ukuran Buku Anak
Ketika akan mencetak buku cerita, hal utama yang harus penerbit pikirkan yaitu kesehatan mata anak-anak. Oleh sebab itu, buku anak mempunyai standar ukuran sendiri, mulai dari ukuran 15 cm x 15 cm hingga 19 cm x 25,4 cm. Ukuran ini sengaja didesain supaya anak dapat menangkap detail visual dengan lebih jelas dan nyaman.
Di samping kertasnya yang lebar, huruf-huruf yang digunakan dalam buku anak dicetak lebih tebal dan ukurannya jauh lebih besar ketimbang buku untuk orang dewasa. Hal ini sangat membantu anak-anak yang baru belajar membaca atau mengenal huruf.
Jadi, jangan heran jika buku anak terlihat paling mencolok dan lebar ketika kita memasuki toko buku. Semua hal ini penerbit lakukan demi menciptakan pengalaman membaca yang lebih seru dan tidak membosankan. Selain itu, tindakan ini juga sebagai upaya untuk menjaga mata si kecil agar tetap rileks dan segar saat mengarungi dunia imajinasi mereka.
Demikianlah, penjelasan mengenai jenis ukuran buku yang sering penerbit gunakan sebelum proses cetak. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait dunia penerbitan dan percetakan buku semakin bertambah, ya!






