Cerpen – People Come and Go by Frelya Kartomi

Cerpen People Come and Go

Bohong jika aku tak membenci sebuah perpisahan. Tak mungkin pula aku terus menginginkan mereka agar tetap tinggal bersamaku. Perpisahan itu menyakitkan. Karena akan membekas di dalam hati.

Terkadang dapat mengubah seseorang menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya. Itu terjadi karena ia terus-menerus larut dalam kesedihan.

Cerpen – People Come and Go by Frelya Kartomi

Kala itu aku mulai sadar ketika seseorang mengatakan sebuah kalimat yang sangat bermakna, ‘Jika kau ingin sesuatu menjadi abadi, mulailah menulis. Maka sesuatu itu akan abadi dalam tulisanmu.’

Sehingga, hati kecilku pun tergerak untuk menulis semuanya. Dari awal pertemuanku dengan mereka, bagaimana kami mengukir kenangan, dan ketika kami berpisah. Semua itu akan aku tulis di dalam karyaku.

Hari demi hari, waktu senggang aku isi dengan menulis. Menulis bagaimana aku bertemu seseorang. Atau entah bagaimana aku menceritakan tentang semesta yang selalu membuatku terlena akan keindahannya.

Juga tentang perasaan rindu yang tak kunjung menghilang, aku ungkapkan lewat tulisan. Datanglah hari ketika aku mulai jatuh cinta kepada seorang pria yang memiliki daya tarik yang berbeda dari pria manapun.

Ia adalah seorang pria yang cenderung diam, hanya berfokus terhadap buku-bukunya. Pria yang tenang dan mulai membuatku penasaran, ‘Buku apakah yang akan dia baca?’

Seiring berjalannya waktu, aku berhasil mendekati dia. Kami memulainya dengan sebuah hubungan pertemanan. Aku sangat menghargai setiap waktu bersamanya. Kami menghabiskan waktu bersama.

Entah itu membaca buku, atau saling bertukar pikiran tentang buku yang telah kami baca.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn