Cerpen – Kamu Hebat, Kamu Kuat by Nur Aprilyani

Cerpen Kamu Hebat Kamu Kuat

Banyak yang mengakhiri hidup padahal kelihatannya baik-baik saja. Ketawa-ketiwi, happy terus, tetapi kita tidak tahu apa yang dialaminya. Apakah dia pura-pura happy atau memang bahagia sungguhan.

Cerpen – Kamu Hebat, Kamu Kuat by Nur Aprilyani

Lahir di keluarga yang punya penyakit mental mulai dari ibu, pakde dan bude sungguh hal yang sulit hingga aku punya gangguan mental juga. Ya, ini biologis atau turunan. Tapi tidak hanya itu. Lingkungan dan pola asuh keluarga yang keras membuat aku punya gangguan tersebut.

Karena mental ibuku kena juga, aku jadi pelampiasan emosinya. Aku ditampar, dipukul, dan dimarahi. Semua itu sudah jadi makanan sehari-hari. Namun, itu dulu sebelum ibu mengonsumsi obat penenang.

Kini emosi ibu sudah stabil. Menurut psikiater, sebaiknya aku menjauh dari keluarga. Sebab itu menjadi masalah untuk kesehatan mentalku. Dari kecil, setiap ada masalah aku selalu memendamnya. Semua perlakuan kasar selalu aku tahan.

Dulu mbahku bilang, ‘Kamu ini kalau nggak ditanya, nggak bakalan cerita jika sedang ada masalah’. Kalimat itu masih teringat jelas di otakku sampai sekarang. Aku dari kecil tinggal bersama nenek karena ibu menjadi TKW di Singapura. Setiap ibu pulang, aku dijadikan pelampiasan emosinya.

Kini aku tinggal di kost supaya mudah kalau ke kampus. Sebenarnya jarak antara kampus dan rumahku cukup dekat. Namun, transportasi sulit. Apalagi aku tidak bisa naik motor. Itu semua menyulitkanku. Sedangkan sepeda? Oh tentu aku juga tidak bisa.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn