Cerpen – Jangan Main Jam 3 Pagi by Matsunagi Masaki

Cerpen - Jangan Main Jam 3 Pagi by Matsunagi Masaki

Jam di dalam game sudah menunjukkan pukul 3, sedangkan di dunia nyata sudah menunjukkan pukul 03.50 pagi. Baterai pintu tersisa 60% yang menunjukkan bahwa ada peluang bagi Shinji untuk menyelesaikan malam pertama.

“Hah, lihatlah kalian semua, main game jam 3 pagi itu gak menyeramkan. Jangan mudah percaya dengan video yang beredar.” Ucapnya di sela siaran langsung.

Ia juga menutup kedua pintu itu supaya ia bisa mengobrol dengan para penontonnya.

“Gim ini tidak menantang.” Ucapnya santai.

Namun, setelah ia mengucapkan kata-kata itu, lampu di kamarnya menjadi gelap. Kotak face cam hanya menampilkan warna hitam.

Shinji sedikit bingung dengan hal ini, jika karena mati listrik lantas mengapa siaran langsung masih berlanjut mengingat bahwa ia menggunakan WiFi untuk tersambung dengan jaringan. Para penonton tak dapat melihat dengan jelas apa yang dilakukan oleh Shinji di kamarnya yang gelap itu.

Shinji kemudian memutuskan untuk berdiri dan mencoba mencari saklar lampu. Namun, secara tiba-tiba sebuah alunan musik terdengar. Ia teringat bahwa lagu ini merupakan lagu tema ketika Shocked akan melakukan jumpscare kepada pemain.

Ia langsung melihat layar PC nya untuk memastikan, namun layar masih memperlihatkan karakter yang ia mainkan tetap diam tak bergerak.

Ia tambah bingung dengan kejadian ini, alunan musik semakin terdengar cukup dekat. Dan saat itulah …

Ia melihat sesuatu yang mengejutkan. Ia seakan-akan tidak percaya dengan hal ini. Para penonton mendengar Shinji berkali-kali mengucapkan kata “tidak”.

“Tidak, ini tidak mungkin!”

“Kau tidak nyata!!”

Layar di PC nya kemudian gelap, menandakan bahwa baterai pintu tersebut telah habis. Alunan musik yang sama diputar dalam PC itu. Di pintu kiri, kepala beruang berkelap-kelip yang menandakan bahwa Shocked akan melakukan jumpscare.

Ketika alunan musik dalam game telah berhenti, hal itu juga berlaku dengan alunan musik di kamar Shinji. Dan saat itulah, Shocked menampilkan wajahnya di depan layar PC dibarengi dengan suara Shinji yang berteriak “tidak!!” Teriakan ini seakan menjauh dan hilang 6 detik kemudian.

Para penonton yang menyaksikan beranggapan bahwa itu sudah diatur sedemikian rupa mengingat bahwa konten sejenis ini biasanya hanya settingan.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn