
Menjadi jomblo memang bukan impian semua orang. Apalagi jomblo sering di kait-kaitkan dengan “tidak laku”. Meskipun sebagian orang justru membuat istilah baru dengan sebutan “single”. Kataya sih beda. Tapi yang sebenarnya adalah hanya memperhalus kata saja. Single memang pilihan berbeda dengan jomblo nasib. Tapi sama-sama tak punya pasangan. Sudah tak dapat dibantah.
Meskipun menjadi jomblo, jangan pernah menjadi jomblo seperti yang akan diterangkan. Kenapa? Itu hanya akan merusak nama jomblo dan berbagai prinsip jomblo lainya.
1. Jangan pernah sok bangga dengan statusmu
Terkadang memang jomblo adalah pilihan. Namun tak dapat dipungkiri jomblo bukanlah pilihan yang membanggakan. Apalagi sebagian besar temanmu tak ada yang sepertimu. Semuaya memiliki pacar. Jika kamu sok bangga dengan stautus jomblomu saat ini maka kamu hanya akan di anggap berlindung dibalik kata jomblo.
2. Pamer kejombloan
Yang kedua membuat cuitan di sosial media dengan memamerkan kejombloannya. Kenapa gak boleh? Hanya akan mempertegas kalau kamu jomblo ngenes.
Artikel yang sesuai:
3. Menghasut teman agar jomblo
Selanjutnya adalah menghasut temannya untuk jomblo. Jombo memang sering menjadi orang yang begitu menjengkelkan untuk orang yang sedang pacaran. Mereka akan mengumbarkan berbagai macam kesenangan menjadi jomblo. Seperti bebaslah, tak di atur, dan masih banyak lagi. Padahal tujuan mereka hanya satu. Ngajak menjadi jomblo.
4. Sering menulis kata “Jomblo”
Yang terahir adalah sering menulis kata “jomblo” di setiap cuitannya. Seperti kesenagan orang jomblo atau memamerkan foto di pantai dengan caption “jomblo mah bebas”.
Kenapa 4 hal itu sangat dilarang untuk para jomblo? Karena hanya akan mempertegas kamu adalah jomblo yang gak tau diri. Karena tak ada satupun orang di dunia yang ingin sendiri seumur hidup. Jomblo adalah masalah waktu dan menunggu. Tinggal bagaimana kita menanggapi itu. Menjadi jomblo yang berwibawa atau menjadi jomblo gak tau diri. (ma/ma)






