
Harap yang Hirap
Di akar malam
Seorang gadis mengurung harapan
Di ruang yang tak lagi lapang;
Penuh, sesak
Oleh harap-harap paling usang
Berdebu dan kusam
Oleh cacian-cacian
Merayapi buana
Merajut detik-detik yang berhamburan
Merangkai siang malam yang tak karuan
Bersama riang-riang yang temaram
Hingga lupa
Masa depan tak berlaku baginya
Penulis: Jauza Attawary





