Pengabdian Masyarakat KKN 38, Membangkitkan Perpustakaan Desa Segodorejo Guna Gencarkan Literasi Baca di Masa Pandemi

IMG-20210717-WA0011.jpg

Indonesia saat ini sedang dilanda permasalahan yang cukup besar yakni pandemi covid 19. Virus Corona atau COVID-19 pertamakali muncul atau di temukan di kota Wuhana, China pada akhir 2019. virus COVID-19 membawa cerita tersendiri bagi semua lapisan di dunia salah satunya Indonesia. Pemerintah dalam mengantisipasi dan mengurangi jumlah penderita virus corona di Indonesia memberikan kebijakan dengan membatasi aktifitas keluar rumah; PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar); kegiatan sekolah dirumahkan, bekerja dari rumah (work from home); dan penerapan LOCKDOWN.

Penyebaran virus COVID-19 berdampak pada semua bidang salah satunya dalam bidang pendidikan. Segala kegiatan belajar mengajar menjadi berubah dari awalnya tatap muka, namun sekarang harus dilaksanakan secara daring.

Mahasiswa sebagai agent of change dituntut mampu untuk mengontrol di segala bidang, bukan hanya sekedar mengkritik, tetapi juga memberikan kontribusi besar untuk menjadi perubahan yang lebih baik. Adanya pandemi covid-19 tidak menurunkan semangat mahasiswa dalam melaksanakan salah satu Tri Dharma Mahasiswa yaitu pengabdian masyarakat. Salah satu kegoiatan yang bisa dilakukan yaitu Kuliah kerja Nyata.

Program pengabdian masyarakat yang dirancang oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat(LPMM) Universitas Trunojoyo Madura melakukan Kuliah kerja Nyata(KKN) yang dibentuk beberapa kelompok. Salah satunya kelompok 38 yang beranggotakan 9 orang dari kolaborasi berbagai program studi. Pelaksanaan tersebut di lakukan di Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito Kabupaten, Jombang yang dimulai selama 2 bulan lebih.

Kelompok KKN 38 merancang berbagai Program kerja yang di rancang sedemikian mungkin dengan mematuhi protokol yang cukup ketat. Salah satu programnya yaitu merenovasi Ruang Baca atau perpustakaan desa serta memperkenalkan kepada warga sekitar. Perpustakaan desa ini dirancang dengan merenovasi ruangan perpustakaan di balai desa. Tidak hanya itu kelompok 38 juga membuka open donasi buku baik buku non fiksi maupun fiksi yang masih bisa dibaca.

Menurut Haris Prastyo selaku ketua KKN 38 mengatakan, “Harapan dengan merenovasi pepustakaan desa mampu memberikan virus gemar mambaca bagi elemen masyarakat, baik dari anak-anak hingga orang tua di Desa Segodorejo. Sehingga dengan begitu dapat mewujudkan Sustainable Development Goals(SDGS) yang telah dirancang pemerintah yaitu mengoptimalkan pendidikan yang dilakukan melalui kegiatan literasi. Program ini tentunya di dukung oleh berbagai stekholder, apalagi didukung Bapak Sanip selaku Kepala Desa Segodorejo. ”

Tinggalkan Komentar