
Dalam dunia penerbitan buku, editor memiliki peran yang tidak bisa kita remehkan. Ada salah satu jenis editor yang mungkin masih asing di telinga banyak orang, yakni editor akuisisi. Apa itu editor akuisisi dan apa saja tugasnya dalam proses publikasi karya tulis?
Berbeda dengan editor naskah yang bertugas untuk memperbaiki ejaan dan alur cerita, editor akuisisi bertindak sebagai pemburu naskah potensial, baik dari penulis lokal maupun luar negeri. Jika kita ulik lebih jauh, tugas seorang editor akuisisi ternyata sangat luas dan dinamis. Mereka tidak hanya mengerjakan naskah di balik meja, tapo juga aktif membangun jaringan dan memantau tren perbukuan.
Daftar isi
ToggleApa itu Editor Akuisisi dan Tugasnya yang Belum Banyak Orang Tahu
Melalui artikel ini, kita akan mengulas apa itu editor akuisisi dan segala tugasnya yang perlu kita ketahui. Yuk, langsung saja kita simak uraian lengkap mengenai pengertian, tanggung jawab, serta benefit menjadi seorang editor akuisisi.
Apa itu Editor Akuisisi?
Editor akuisisi adalah orang yang bekerja di industri penerbitan untuk mencari, mengidentifikasi, dan memperoleh naskah baru untuk dipublikasikan. Selain menilai potensi komersial dari sebuah naskah, mereka juga bertugas untuk melihat kelayakan isi atau topik yang penulis angkat. Pada akhirnya, mereka yang menjadi pihak yang membuat keputusan apakah suatu naskah layak terbit atau tidak.
Artikel yang sesuai:
Apa Saja Tugas Editor Akuisisi?
Editor akuisisi memiliki berbagai tugas atau kewajiban yang harus dilaksanakan, antara lain yaitu:
1. Hunting naskah
Tugas utama seorang editor akuisisi adalah berburu naskah baru, baik karya penulis lokal maupun internasional. Untuk naskah lokal, tanggung jawab yang diemban mencakup membaca dan mengurasi tumpukan naskah guna menilai kualitas dan kelayakannya. Sedangkan untuk naskah asing, editor harus selalu up to date terhadap genre buku apa yang sedang populer di luar negeri.
Apabila menemukan buku asing yang berpotensi besar, editor akuisisi harus cepat menghubungi agen atau penerbit buku tersebut agar tidak didahului penerbit lain. Selain mengatasi persaingan antarpenerbit, beban kerja editor semakin bertambah karena harus mengelola kedua jenis naskah tersebut secara bersamaan.
2. Korespondensi
Tugas editor akuisisi selanjutnya yaitu korespondensi tertulis. Hal ini harus dikerjakan karena mayoritas naskah masuk lewat e-mail atau surat elektronik.
Editor akuisisi dituntut mempunyai kemampuan berbahasa yang baik ketika melakukan komunikasi dengan penulis maupun agen. Pemilihan kata yang tepat sangat perlu dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman, terutama saat proses negosiasi.
Di samping mencari naskah potensial, korespondensi juga berkaitan dengan pengaturan jadwal pertemuan, permintaan dokumen, hingga penyaringan ratusan e-mail yang masuk ke setiap hari. Oleh sebab itu, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris secara tertulis menjadi keharusan untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.
3. Mengurus dokumen legal
Setelah kesepakatan harga dan hak terbit tercapai, tugas editor akuisisi berikutnya adalah mengurus berbagai berkas dan dokumen hukum. Tanggung jawab yang harus dikerjakan yaitu memeriksa setiap poin serta pasal dalam kontrak penerbitan agar sesuai dengan kesepakatan awal.
Di tahap ini, editor akuisisi harus cermat dan teliti karena kesalahan kecil pada dokumen akan berakibat fatal. Tantangan akan semakin berat saat seluruh isi kontrak tertulis dalam bahasa Inggris dan memakai istilah-istilah hukum yang rumit.
4. Menghadiri berbagai acara dan bertemu dengan orang baru
Pekerjaan sebagai editor akuisisi tidak hanya duduk di belakang meja sambil menelaah isi naskah. Mereka sering ditugaskan keluar kantor untuk mendatangi acara-acara bisnis. Misalnya menghadiri pameran buku (book fair) guna memperluas dan membangun koneksi dengan sesama pelaku industri perbukuan.
Tugas ini bisa meluas ke ranah industri kreatif lain, seperti film atau konten digital apabila editor juga mengelola hak turunan (subrights). Dengan banyaknya tanggung jawab yang dipikul, editor akuisisi harus memiliki stamina dan persiapan yang matang.
5. Update katalog
Tidak hanya membeli hak cipta, editor akuisisi juga memiliki tugas untuk memasarkan naskah lokal ke pasar internasional. Caranya yaitu dengan membuat katalog produk berbahasa Inggris yang berisi daftar karya tulis lokal berpotensi untuk ditawarkan kepada penerbit asing.
Karena tren dan kebiasaan membaca di setiap negara berbeda-beda, editor akuisisi juga harus memiliki keterampilan riset pasar yang mendalam. Ketika menyusun materi promosi, editor mesti jeli dan cermat supaya karya yang ditawarkan mampu menarik minat pihak internasional.
6. Memantau perkembangan produk buku
Tugas editor akuisisi tidak berakhir setelah kontrak penerbitan ditandatangani. Mereka wajib melakukan koordinasi dengan tim internal seperti tim redaksi dan keuangan. Tujuannya, untuk memantau proses penerjemahan, penyuntingan, dan pembayaran royalti berjalan sesuai kesepakatan.
Hal ini dilaksanakan karena pemilik hak cipta akan terus meminta pembaruan perihal status penerbitan serta penjualan buku. Bahkan setelah buku resmi beredar, editor juga harus selalu mengawasi performa penjualan dan mengurus perpanjangan kontrak bila masa berlaku telah habis.
Apa Benefit atau Keuntungan menjadi Editor Akuisisi?

Setelah memahami apa itu editor akuisisi dan tugasnya, berikut penjelasan tentang beberapa benefit yang akan kita rasakan saat menjadi seorang editor akuisisi adalah:
1. Memiliki banyak koneksi
Mendatangi berbagai acara membuka peluang untuk membangun jaringan profesional yang luas dengan banyak pihak profesional. Pengalaman dan rekam jejak yang terbangun dari koneksi ini menjadi nilai tambah bagi perkembangan karier di masa depan. Bagi kamu yang memiliki kepribadian introvert, tugas ini menjadi tantangan sekaligus ajang melatih diri untuk keluar dari zona nyaman.
2. Pengetahuan mengetahui tren buku
Keuntungan bekerja sebagai editor akuisisi berikutnya adalah memperoleh kesempatan menjadi orang pertama yang membaca naskah baru. Selain itu, mereka juga dapat mengetahui perkembangan tren buku terkini sebelum masyarakat umum.
Hal ini harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar. Editor mesti mampu menjelaskan potensi suatu karya kepada tim penerbitan sembari menjaga kerahasiaan naskah hingga resmi dipasarkan.
3. Sering bepergian
Dengan tugas yang mengharuskan bertemu dengan banyak orang, membuat editor akuisisi rutin melakukan perjalanan bisnis ke luar kota. Menghadiri acara pameran buku atau festival penulis sebagai cara untuk mengembangkan strategi bisnis dan jaringan profesional.
Seluruh biaya transportasi, akomodasi, dan tiket masuk ke acara ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Meski menguras tenaga dan waktu, editor akuisisi bisa mengunjungi sebuah kota atau tempat baru secara cuma-cuma.
FAQ Seputar Editor Akuisisi
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan beserta jawabannya terkait editor akuisisi.
Q1: Apa perbedaan editor akuisisi dan editor naskah?
Editor akuisisi adalah pihak yang menentukan apakah sebuah naskah layak terbit atau tidak. Sementara itu, editor naskah berkewajiban untuk memperbaiki tata bahasa, ejaan, dan tanda baca agar tulisan enak dibaca.
Q2: Apakah editor akuisisi mendapatkan royalti dari naskah yang di-ACC?
Tidak. Editor akuisisi sudah memperoleh gaji dari perusahaan sedangkan royalti merupakan hak penulis sebagai pemilik naskah.
Q3: Apa saja skill atau keterampilan yang harus editor akuisisi miliki?
- Insting pasar dan tren
- Negosiasi dan komunikasi
- Analisis finansial dasar (margin keuntungan, biaya produksi, dan royalti)
- Paham hukum hak cipta
Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu editor akuisisi, tugasnya yang harus diemban, dan benefit yang akan diperoleh. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait salah satu profesi di dunia penerbitan buku ini semakin bertambah, ya!






