Keyword dalam SEO Berdasarkan Panjangnya, Yuk Pahami Jenis-Jenisnya!

Keyword dalam SEO Berdasarkan Panjangnya, Yuk Pahami Jenis-Jenisnya!

Keyword dalam SEO berdasarkan panjangnya kami akan membahasnya pada artikel kali ini. Keyword dalam SEO (Search Engine Optimisation), merupakan frasa/kalimat yang digunakan user ketika ingin mencari informasi tertentu. Apabila kamu menulis artikel pastikan terdapat keyword yang tepat sebagai topik pembahasan.

Ketika keyword yang kamu gunakan tepat dan sesuai dengan apa yang diketik oleh user di mesin pencarian (Google), maka artikel/kontenmu akan muncul di SERP.

Dengan demikian akan berpeluang untuk dibuka oleh user. Namun, tentu saja banyak faktor lain yang bisa membuat artikelmu muncul di SERP maupun SERP di halaman pertama pencarian.

Keyword dalam SEO Berdasarkan Panjangnya, Yuk Pahami Jenis-Jenisnya!

Melansir Naukri, keyword dalam SEO dibagi menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan panjangnya, intent pembeli, dan industri tertentu. Pembahasan pada artikel kali ini ialah mengenai 3 jenis keyword berdasarkan panjangnya.

Simak pembahasannya di bawah ini, ya! Semoga bisa memberi manfaat!

1. Keyword dalam SEO jenis short tail keyword

Short tail keyword disebut juga keyword utama. Keyword ini bisa dikatakan sebagai topik yang akan dibahas dari sebuah artikel. Melansir Seo Pressor, short tail keyword digunakan oleh user saat mereka pertama kali akan meneliti atau ingin mengetahui suatu hal.

Bisa dikatakan keyword ini masih bersifat umum. Contohnya user menelusuri tentang “energi”. Bisa saja maksud dari user adalah ingin mengetahui macam-macam energi terbarukan.

Bisa jadi juga mengenai energi dalam ilmu Fisika yang artinya kemampuan untuk melakukan sebuah usaha (perpindahan). Jadi bila user menggunakan short tail keyword, akan sulit untuk mencocokan search intent-nya.

Short tail keyword memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Volume pencarian tinggi
  2. Tingkat persaingan tinggi
  3. Search intent-nya luas
  4. Tingkat konversi rendah

2. Keyword dalam SEO jenis long tail keyword

Long Tail Keyword, keyword berupa kalimat lengkap yang terdiri dari 3 – 10 kata. Misalnya, “energi listrik dari solar cell agar lebih ramah lingkungan’’. Melalui keyword ini membantumu dalam menentukan search intent dari artikel yang kamu buat. Sehingga memudahkan untuk mencocokan dengan apa yang dicari oleh user.

Melansir Seo Pressor, karakteristik long tail keyword, adalah sebagai berikut ini:

  1. Volume pencarian rendah
  2. Tingkat persaingan rendah
  3. Search intent-nya spesifik

Keyword jenis ini memiliki peluang untuk terjadinya konversi yang tinggi. Misalnya bila yang ditelusuri user berupa kueri berikut ini, “Pemasangan solar cell daerah Kabupaten Tulungagung”.

Dapat dilihat bahwa user hendak memasang solar cell dan user tinggal di Kabupaten Tulungagung. Hal ini mengindikasikan peluang akan terjadinya pembelian, bila user telah menemukan harga yang sesuai dari beberapa konten yang ditampilkan di SERP.

3. Keyword SEO jenis mid tail keyword

Mid Tail Keyword, terdiri dari 3 – 4 kata. Keyword ini lebih spesifik, dan persaingannya lebih rendah daripada short tail keyword. Melansir Sir Links Alot, volume pencarian keyword ini lebih tinggi daripada long tail keyword.

Contoh kueri dari ketiga jenis keyword dalam SEO berdasarkan panjangnya

Berikut ini contoh kueri dari tiga jenis keyword dalam SEO berdasarkan panjangnya,

  1. Kueri “energi”, sebagai short tail keyword
  2. Kueri “energi listrik dari solar cell agar lebih ramah lingkungan”, sebagai long tail keyword
  3. Kueri “energi listrik ramah lingkungan”, sebagai mid tail keyword

Dari penjelasan ketiga jenis keyword berdasarkan panjangnya di atas dapat dilihat bahwa setiap keyword memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh sebab itu ketika kamu mengelolah blog atau menulis artikel harus memperhatikan keyword yang akan digunakan.

Misalnya, long tail keyword ditargetkan terutama untuk halaman produk, dan postingan blog. Sementara itu short tail keyword digunakan sebagai tema untuk seluruh situs web atau artikelmu. Semoga artikel ini bisa sedikit memberi pencerahan untuk kamu yang sedang menulis artikel SEO ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *