Jenis-Jenis Plot Twist pada Cerita Fiksi yang Perlu Kamu Ketahui

jenis-jenis plot twist pada cerita fiksi

Sebagai pembaca novel, kita pasti pernah membaca cerita yang alurnya terasa tenang, namun menuju akhir bab dibuat tersentak hingga geleng-geleng kepala. Dalam dunia literasi, hal ini yang kemudian kita kenal dengan istilah plot twist.

Menyusun plot twist bukanlah pekerjaan mudah, penulis harus mampu mengecoh pembaca tanpa merusak alur logika cerita. Ada beberapa teknik naratif yang bisa kita terapkan untuk mengubah jalan cerita yang awalnya tampak biasa saja menjadi sangat berkesan.

Jenis-Jenis Plot Twist pada Cerita Fiksi yang Perlu Kamu Ketahui

Melalui artikel ini, kita akan mengupas satu per satu jenis plot twist yang biasanya ada di dalam cerita fiksi atau karya sastra. Harapannya, setelah membaca informasi ini, teman-teman dapat memiliki gambaran dan inspirasi untuk memberikan kejutan manis di dalam tulisan kalian.

Apa itu Plot Twist?

Plot twist merupakan kejutan tak terduga atau hal yang tidak pernah pembaca sangka akan ada di dalam sebuah cerita. Kata “plot” memiliki makna alur cerita sedangkan “twist” berarti perubahan yang terjadi secara tiba-tiba.

Jadi, kita dapat mendefinisikan plot twist sebagai perubahan yang terasa mendadak dalam jalan cerita novel yang sengaja penulis susun untuk mengejutkan pembaca. Selain untuk meningkatkan ketegangan dan rasa penasaran, plot twist muncul sebagai daya tarik yang mampu mengubah sudut pandang pembaca novel.

Mengapa Plot Twist itu Penting?

Layaknya magnet yang membuat pembaca ketagihan dan ingin selalu membalik halaman, plot twist memiliki peranan penting dalam cerita fiksi. Kehadirannya bisa memberikan gebrakan mencengangkan yang membuat alur cerita tampak lebih hidup dan berwarna. Dengan kata lain, plot twist yang ditulis dengan rapi akan membuat pembaca penasaran dan terikat dengan suatu kisah, meskipun satu per satu rahasia mulai terbongkar.

Di samping itu, plot twist juga dapat menambah kedalaman cerita, sehingga kisah yang penulis angkat tidak terasa monoton atau membosankan. Pembaca juga akan ikut merasakan emosi yang kuat, mulai dari kaget, tegang, hingga rasa puas karena teka-teki yang selama ini dipertanyakan sudah terjawab tuntas.

Apa Saja Jenis-Jenis Plot Twist?

Berikut adalah 4 jenis plot twist yang sering penulis novel terapkan untuk mengejutkan pembaca.

1. Foreshadowing

Foreshadowing adalah “bocoran halus” atau petunjuk tersembunyi yang terletak di awal cerita perihal peristiwa besar yang akan terjadi. Penulis tidak langsung menunjukkannya secara gamblang, namun menyisipkannya secara perlahan lewat dialog antartokoh, tindakan kecil, maupun simbol-simbol tertentu.

Cara menyampaikan plot twist dengan menggunakan teknik ini sebenarnya sangat fleksibel dan bergantung pada alur cerita yang penulis buat. Jika masih bingung, berikut adalah tiga contoh penerapan foreshadowing pada karya fiksi, yaitu:

  • Menempatkan petunjuk yang jelas mengenai sesuatu yang bakal terjadi.
  • Menggunakan simbol atau metafora untuk memperlihatkan peristiwa yang akan datang.
  • Memberikan petunjuk palsu guna mengelabui pembaca dan membuat mereka percaya dengan hal yang salah.

2. Misdirection

Misdirection merupakan jenis plot twist yang sengaja penulis buat untuk mengarahkan perhatian pembaca ke hal yang salah atau sepele. Tujuannya agar mereka terkecoh dan sibuk menebak-nebak alur cerita yang keliru.

Saat pembaca mengetahui kebenarannya, mereka akan kaget karena tidak sesuai dengan ekspektasi atau pemikiran selama ini. Teknik penulisan ini dapat kita jumpai di berbagai kisah misteri, thriller, dan horor.

Agar semakin paham bagaimana cara mempermainkan emosi pembaca, kita bisa mencoba tiga tips berikut ini:

  • Menyertakan petunjuk atau detail yang terlihat penting tapi sebetulnya tidak memiliki keterkaitan dengan alur utama.
  • Membuat pembaca percaya bahwa tokoh tertentu merupakan pelaku atau sosok yang bertanggung jawab atas terjadinya suatu peristiwa.
  • Menciptakan suasana atau situasi yang mengelabui pikiran pembaca.

3. Deus ex machina

Deus Ex Machina adalah suatu kondisi yang rumit dan tampak tidak akan pernah selesai, tapi tiba-tiba berakhir begitu saja karena ada bantuan dari luar. Istilah plot twist ini berasal dari tradisi teater kuno ketika sosok dewa penyelamat dihadirkan ke atas panggung untuk menyelesaikan masalah para tokoh secara instan.

Dalam penulisan cerita modern, bentuk pemecahan masalah secara mendadak ini punya banyak bentuk tergantung kebutuhan alurnya. Pada umumnya, kita bisa menerapkan plot twist ini melalui beberapa cara berikut:

  • Membangun tokoh yang memiliki kekuatan super atau makhluk supranatural seperti dewa yang bertindak sebagai penolong karakter utama.
  • Tokoh yang sebelumnya sudah mati seketika datang kembali.
  • Terjadinya fenomena alam yang memengaruhi alur cerita.

4. Menghilangkan tokoh penting

Sesuai istilah yang dipakai, jenis plot twist ini dilakukan dengan cara menyingkirkan atau melenyapkan karakter penting yang tidak pernah terduga. Keputusan ini berhasil membuat pembaca tercengang dan syok berat karena karakter yang mereka sayangi tiba-tiba menghilang.

Adapun beberapa cara yang bisa kita pakai untuk melenyapkan karakter penting di dalam cerita, antara lain:

  • Tokoh penting tiba-tiba terbunuh atau meninggal karena suatu penyakit ketika cerita baru sampai di pertengahan.
  • Tokoh utama kehilangan kekuatan secara tiba-tiba tanpa mengetahui secara pasti penyebabnya.

Apa perbedaan antara Plot Twist dan Plot Hole?

jenis-jenis plot twist pada cerita fiksi

Berikut adalah tabel yang berisi uraian singkat mengenai perbedaan plot twist dengan plot hole.

Aspek

Plot Twist

Plot Hole

DefinisiPerubahan alur cerita secara mengejutkan dan tidak disangka-sangka.Cacat logika atau tidak sesuai dengan alur cerita yang dibangun.
Faktor KesengajaanDisengaja oleh penulis sejak awal.Tidak disengaja (murni kesalahan penulis).
Dampak ke PembacaMembuat penasaran, kaget, tegang, dan puas.Membuat bingung, kecewa, dan merusak imajinasi serta kepercayaan.
Logika CeritaMasih masuk akal karena terdapat petunjuk tersembunyi (foreshadowing) di awal cerita.Melanggar aturan/logika alur cerita yang telah disusun.
ContohTokoh A yang awalnya dicurigai sebagai pelaku kejahatan justru adalah korban.Tokoh B terjebak di dalam gudang gelap tanpa kunci maupun ponsel, tapi di adegan selanjutnya sudah ada di luar tanpa adanya penjelasan.

FAQ Seputar Plot Twist dalam Cerita Fiksi

Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang berkaitan dengan plot twist.

Q1: Apakah setiap karya fiksi harus memiliki plot twist?

Tidak harus, karena cerita yang berkualitas fokus pada perkembangan karakter dan konflik yang solid. Plot twist hanyalah sarana untuk membantu narasi cerita agar tidak monoton. Jika terlalu dipaksakan tanpa alasan yang kuat, cerita yang kita ciptakan bisa terasa ganjil dan tidak masuk akal.

Q2: Kapan waktu yang tepat untuk memunculkan plot twist?

Plot twist biasanya penulis letakkan menuju akhir cerita (klimaks) untuk memberikan kejutan besar kepada pembaca. Namun, tidak jarang kita menemukan sub-twist atau kejutan kecil yang sengaja penulis sisipkan di tengah cerita demi menjaga alur tetap dinamis dan tidak membosankan.

Q3: Apakah boleh sebuah cerita punya lebih dari satu plot twist?

Sangat boleh, istilahnya yaitu double twist atau layered twist. Namun, jangan sampai menyajikannya secara berlebihan. Terlalu banyak kejutan yang dapat membuat pembaca kewalahan, bingung, dan kehilangan motivasi untuk melanjutkan bacaan.

Demikianlah, paparan mengenai apa itu plot twist, mulai dari pengertian, mengapa penting, jenis-jenis, dan perbedaannya dengan plot hole. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman penulis bisa menentukan jenis plot twist mana yang akan kalian gunakan untuk karya selanjutnya.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn