7 Cara Menyusun Blurb Buku yang Menarik dan Efektif untuk Penulis Pemula

7 Cara Menyusun Blurb Buku yang Menarik dan Efektif untuk Penulis Pemula

Tahukah kamu? Selain cover yang menarik, daya pikat sebuah buku juga terletak pada blurb yang ada di bagian belakang buku. Layaknya sebuah etalase atau iklan singkat, blurb dapat menjadi penentu apakah seseorang akan membawa buku tersebut ke kasir atau meletakkannya kembali ke rak.

Bagi seorang penulis, membuat blurb merupakan tantangan lain yang harus diselesaikan dengan cermat. Ada berbagai cara yang bisa penulis terapkan ketika menyusun blurb buku yang tidak hanya menarik tapi juga mampu memikat hati calon pembaca.

7 Cara Menyusun Blurb Buku yang Menarik dan Efektif untuk Penulis Pemula

Melalui artikel ini, kita akan mengupas beberapa cara atau trik dalam menyusun blurb buku yang menarik, mulai dari mencantumkan kategori buku hingga menyusun kalimat penutup yang tepat. Harapannya, setelah membaca informasi ini, teman-teman penulis bisa mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk membuat blurb yang bisa mencuri perhatian calon pembaca.

Penasaran apa saja caranya? Yuk, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Apa itu Blurb Buku?

Blurb buku adalah tulisan singkat yang biasanya ada di cover belakang buku yang berfungsi sebagai strategi promosi tidak langsung sekaligus alat pemikat bagi calon pembeli. Dengan cara menyusun kalimat unik dan membuat penasaran, blurb mampu memancing pembaca untuk tertarik membeli sebuah buku.

Apa Ciri-Ciri Blurb Buku yang Baik?

Berikut adalah beberapa ciri atau kriteria blurb buku yang baik dan benar, yaitu:

  • Terdiri dari 100 sampai 150 kata atau sekitar 1 sampai 3 paragraf singkat.
  • Mengenalkan tokoh utama dan konflik yang dihadapi, tanpa memberikan spoiler (bocoran).
  • Menciptakan rasa penasaran.
  • Menyertakan testimoni atau pujian dari media, penulis lain, atau tokoh terpandang untuk meningkatkan kredibilitas buku (opsional).

Apa Saja Manfaat Blurb Buku?

Adapun berbagai manfaat blurb buku yang perlu kita ketahui yaitu:

  • Sebagai alat pemasaran atau strategi promosi yang ampuh selain desain cover.
  • Memperjelas genre dan isi buku agar calon pembeli tidak salah tafsir.
  • Memikat calon pembeli melalui seni pemilihan kata yang unik dan menggugah rasa ingin tahu.
  • Memberikan gambaran isi buku agar pembaca mengetahui poin utama yang dibahas di dalam sebuah buku.

Apa Perbedaan Blurb dan Sinopsis?

Berikut merupakan tabel yang berisi penjelasan singkat mengenai perbedaan antara blurb dan sinopsis.

Aspek Perbedaan

Blurb

Sinopsis

DefinisiTeks promosi singkat yang bisa kita temukan di cover belakang buku.Ringkasan menyeluruh dari seluruh isi cerita atau naskah buku.
Tujuan utamaMenarik perhatian pembaca, memancing rasa penasaran, dan menyakinkan calon pembaca untuk membeli buku.Memberikan gambaran utuh isi cerita kepada editor, penerbitan, atau juri lomba.
Panjang teks100 – 150 kata.1 – 3 halaman (tergantung kebutuhan).
Bocoran cerita (spoiler)Tidak menyisipkan spoiler. Cerita dipotong di bagian yang paling menggantung (cliffhanger) agar pembaca penasaran.Menjelaskan seluruh cerita, termasuk konflik utama, klimaks, hingga akhir cerita.
Target pembacaCalon pembeli buku atau pembaca umum di toko buku.Editor penerbit, agen sastra, produser, atau juri.

Bagaimana Cara Menyusun Blurb Buku yang Menarik?

7 Cara Menyusun Blurb Buku yang Menarik dan Efektif untuk Penulis Pemula

Berikut adalah 7 cara atau strategi dalam menulis blurb buku yang menarik dan tepat sasaran.

1. Mencantumkan kategori buku

Langkah awal dalam menulis blurb buku yaitu dengan mencantumkan kategori atau genre buku dengan jelas, umumnya terletak di pojok kanan bawah dekat barcode ISBN. Di samping mempermudah calon pembeli mencari buku tema tertentu, ha ini juga sangat membantu petugas toko agar tidak salah menempatkan buku di rak pajangan.

2. Menulis headline yang memikat

Headline merupakan kalimat pembuka atau slogan pendek yang langsung mencuri perhatian dan menggugah rasa ingin tahu sejak pandangan pertama. Hindari menulis ulang judul buku di cover belakang karena terkesan membosankan dan kurang kreatif. Meskipun singkat, headline memiliki peran sebagai penentu apakah calon pembeli ingin lanjut membaca seluruh isi blurb atau tidak.

3. Membuat deskripsi yang memukau

Ketika menggambarkan tema besar buku, coba tuliskan secara ringkas dan to the point dengan memakai bahasa sehari-hari. Deskripsi yang singkat tapi padat akan langsung menjawab rasa penasaran pembaca mengenai apa yang dibahas dalam buku tersebut. Cara ini sangat membantu calon pembeli yang tidak punya banyak waktu untuk membaca teks yang panjang.

4. Menjanjikan lebih banyak manfaat lebih

Meskipun tema buku sudah banyak ditulis oleh orang lain, kita harus bisa menonjolkan aspek yang membuat karya kita berbeda dan lebih istimewa. Mulai dari menuliskan keuntungan unik, tips rahasia, atau solusi segar yang hanya bisa diperoleh ketika membaca buku tersebut. Dengan begitu, pembaca merasa bahwa buku kita lebih menarik dan sayang untuk dilewatkan daripada buku saingan.

5. Memasukkan testimoni dari orang berkompeten

Cara menyusun blurb buku yang menarik berikutnya adalah dengan memasukkan testimoni atau ulasan positif dari tokoh terkenal, para ahli yang relevan, atau media massa. Rekomendasi dari berbagai pihak ini ditujukan sebagai bukti nyata untuk meningkatkan daya tarik buku. Saat pembaca melihat kutipan pujian tersebut, mereka akan lebih tertarik dan tidak sabar untuk membacanya.

6. Menunjukkan prestasi penulis

Salah satu cara untuk membangun kepercayaan calon pembeli buku yaitu dengan menunjukkan informasi tentang latar belakang, keahlian, atau prestasi yang pernah diraih penulis di blurb buku. Pembaca biasanya akan lebih memilih karya tulis yang disusun oleh orang yang memang ahli di bidangnya.

7. Menuliskan kalimat penutup (closing) yang tepat

Bagian akhir blurb harus ditutup dengan kalimat persuasif yang kuat supaya pembaca dapat langsung memutuskan untuk membelinya saat itu juga. Kita bisa menyakinkan mereka dengan menjanjikan perubahan hidup yang lebih baik setelah mempraktikkan isi buku atau bahkan memberikan garansi tertentu. Kalimat penutup ini bertujuan untuk menepis keraguan di benak pembaca sebelum mereka melangkahkan kaki ke kasir.

FAQ Seputar Cara Menyusun Blurb Buku yang Menarik

Berikut adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang berkaitan dengan cara menyusun blurb buku yang menarik.

Q1: Apa kesalahan terbesar yang sering dilakukan penulis saat membuat blurb?

Kesalahan paling umum yaitu memasukkan terlalu banyak informasi. Misalnya, ketika menyusun blurb untuk novel, fokus pada satu tokoh utama dan konflik utama saja jangan terlalu bersemangat membocorkan keseluruhan isi cerita. Selain menimbulkan rasa bosan, hal ini juga akan membingungkan pembaca.

Q2: Berapa panjang ideal untuk sebuah blurb?

Panjang blurb yang ideal yaitu di antara 100 – 150 kata atau sekitar 2 – 3 paragraf singkat. Tidak boleh terlalu panjang, korean calon pembaca biasanya hanya meluangkan waktu kurang dari 30 detik untuk membaca cover belakang sebelum memutuskan membeli.

Q3: Bolehkan memasukkan spoiler atau bocoran akhir cerita di blurb?

Tidak boleh. Blurb merupakan strategi promosi bukan ringkasan isi buku. Kita hanya boleh menuliskan informasi ringkas kurang lebih 1/3 awal buku tanpa membocorkan keseluruhan cerita atau akhir buku.

Demikianlah, penjabaran mengenai cara menyusun blurb buku yang menarik dan mampu memikat hati calon pembaca. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman dapat mempraktikkan beberapa tips di atas dan mampu menghasilkan blurb yang membuat banyak orang penasaran.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn