
Luka Sejarah Perwira Revolusi
Malam Jumat penuh kelam
Kawanan serdadu mengarah wisma para perwira
Mau hidup atau mati
Tetap ditangkap dengan paksa
Tak ada rasa welas apalagi dosa!
Nyanyian jahanam pun disenandungkan dengan riuhnya bak pesta
Siksaan membentur tubi
Lirihan lara pun terdengar kelu
Aroma anyir menyesaki udara
Tatkala sejumlah tubuh merembah darah tak bernyawa
Lantaran ulah anak manusia
Dengan bengisnya dicampakkan ke lubang maut
Padam nyawa untuk falsafah pertiwi
Nama terpahat dan abadi dalam sejarah Indonesia
Menjadi kerlingan para insan
Arti sudi mati demi Pancasila
Surakarta, 10 Februari 2022
Artikel yang sesuai:
Penulis: Ratih Ayu Puspitasari





