
Selain penulis, industri literatur saat ini membuka banyak peluang karier menarik yang bisa kamu masuki. Salah satu profesi yang banyak dicari oleh lembaga-lembaga penerbitan adalah editor buku. Tidak hanya memperbaiki ejaan dan tata bahasa, editor juga memiliki tugas untuk mengembangkan alur/karakter agar tidak membosankan.
Meskipun sosok editor hanya terlihat di belakang panggung dan tidak setenar penulisnya, pekerjaan ini mempunyai daya pikat dan keuntungan tersendiri. Menjadi seorang editor buku, walau statusnya hanya freelance, menawarkan berbagai manfaat yang mungkin belum banyak orang ketahui.
Daftar isi
Toggle7 Keuntungan Menjadi Editor Buku di Penerbitan
Melalui artikel ini, kita akan membahas beberapa keuntungan memiliki profesi sebagai seorang editor buku di perusahaan penerbitan. Harapannya, setelah membaca informasi ini, teman-teman yang ingin berkecimpung di dunia literatur dan memiliki kemampuan editing naskah yang baik, tidak lagi ragu untuk melamar pekerjaan ini. Penasaran apa saja keuntungannya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini:
1. Wawasan dan Pengetahuan Semakin Meningkat
Keuntungan berprofesi sebagai editor buku di penerbitan yang pertama yaitu wawasan dan pengetahuan kita akan semakin meningkat. Menjadi seorang editor membuat kita terbiasa membaca berbagai macam naskah yang berasal dari kategori yang berbeda-beda.
Artikel yang sesuai:
Setiap hari, terdapat naskah baru yang berisi topik yang belum saya pelajari sebelumnya. Misalnya, naskah fiksi imajinatif tapi masih berkaitan erat dengan ilmiah, fiksi sejarah, hingga nonfiksi yang mengangkat topik tentang kesehatan mental atau motivasi.
Bekerja sebagai penyunting naskah mengharuskan kita untuk membaca hingga tuntas. Secara otomatis, kebiasaan tersebut membuat wawasan serta pengetahuan kita terus bertambah. Dengan kata lain, kita memperoleh ilmu gratis setiap waktu tanpa harus mengikuti seminar atau kelas khusus.
Biasanya, para penulis buku sangat peka terhadap hal-hal yang sedang banyak orang bicarakan atau viral. Mereka sering mengangkat isu-isu tersebut menjadi sebuah naskah dan mengirimkannya ke penerbit.
Tentu saja, hal ini memberikan keuntungan besar bagi seorang editor buku, karena akan selalu mengetahui apa yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat. Pengetahuan kita juga akan bertambah luas, sebab mendapatkan informasi langsung dari sumbernya sebelum naskah tersebut resmi terbit.
2. Meningkatkan Ketelitian
Keuntungan memiliki pekerjaan sebagai editor buku yang kedua yaitu dapat meningkatkan ketelitian atau kecermatan. Seorang editor harus mampu bekerja cepat namun tepat saat menyunting sebuah naskah.
Kecepatan ini sangat bergantung pada keterampilan mata dan pikiran dalam menemukan kesalahan kecil yang mungkin saja penulis lewatkan. Oleh karena itu, seorang editor harus benar-benar cermat dan jeli dalam memperhatikan setiap detail agar naskah dapat terbebas dari kesalahan sebelum sampai ke tangan pembaca.
Manfaat menarik lain yang bisa kita rasakan saat menekuni profesi ini adalah meningkatnya kepekaan terhadap tulisan pribadi. Kita akan jadi lebih kritis dan teliti ketika menyusun kalimat atau paragraf supaya tidak melakukan kekeliruan yang sama. Selain itu, kita juga harus memastikan setiap diksi yang dipilih sudah tepat serta struktur kalimat sudah nyaman untuk dibaca oleh orang lain.
3. Mendapat Kesempatan Membaca Buku Gratis
Keuntungan menjadi editor buku di lembaga penerbitan selanjutnya yaitu mendapatkan kesempatan untuk membaca karya-karya hebat penulis secara gratis. Hak istimewa ini memberikan kita peluang untuk menikmati tulisan berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya dari kantong pribadi.
Selain itu, editor selalu menjadi orang pertama yang mengetahui informasi atau isi dari sebuah buku yang masih dalam proses penerbitan. Ketika buku tersebut resmi terpajang di rak-rak toko atau marketplace, kita sudah selesai menamatkannya lebih awal daripada orang lain.
Tentu saja, hal ini memberikan keutamaan dan kepuasan dalam diri editor buku. Di saat pembaca lain harus menggunggu berbulan-bulan untuk mengetahui kelanjurkan sebuah kisah, kita sudah mengetahui lebih dulu sejak naskah tersebut masih berwujud draf mentah.
Jadi, bila kita bekerja sebagai editor buku, maka kita akan mendapatkan akses khusus untuk membaca berbagai jenis karya tulis tanpa berbayar. Membaca naskah berkualitas sebelum orang lain merupakan salah satu benefit terbaik dari profesi ini.
4. Kreativitas Semakin Terasah

Perlu kamu ketahui bahwa setiap naskah yang masuk ke meja redaksi penerbit tidak bisa langsung dipublikasikan atau dicetak secara langsung. Terdapat berbagai tahapan yang harus naskah tersebut lewati, terutama bagian penyuntingan pada aspek judul dan isi naskah tersebut.
Tugas utama seorang editor buku adalah memastikan judul buku terlihat menarik dan memiliki daya jual. Apabila judulnya dinilai kurang impresif dan terkesan membosankan, editor akan berdiskusi dengan penulis untuk mengajukan perubahan judul yang lebih menarik.
5. Meningkatkan Kesabaran
Banyak orang yang bilang, jika ingin melatih kesabaran, bekerjalah menjadi seorang editor buku. Sebab, seorang editor tidak jarang harus berhadapan dengan kalimat yang bertele-tele, kata-kata yang sering diulang, maksud tulisan yang kurang jelas, hingga ketidaksinambungan antarparagraf. Berbagai kekacauan ini, membuat editor semakin bingung terhadap apa yang sebenarnya penulis ingin sampaikan.
Rasa jengkel dan kesal pasti ada, namun seorang editor harus senantiasa bersikap profesional dan tetap bersabar dalam memberikan masukan. Jika nasihat tersebut diterima dengan suka rela, editor pasti akan sangat gembira. Namun, jika ditolak, editor harus tetap sabar dan menawarkan opsi lain yang mungkin bisa meluluhkan hati penulis.
6. Memperluas relasi dan jaringan
Jangan pernah menganggap remeh seseorang yang memiliki pekerjaan sebagai editor buku. Faktanya, profesi ini bisa membawa kita memperoleh berbagai keuntungan besar yang belum dimiliki oleh profesi lain. Misalnya, kita dapat menambah dan memperluas jaringan (networking) di dunia literatur yang semakin berkembang ini.
Setiap kali ada buku baru yang diterbitkan, kita jadi mempunyai peluang emas untuk menambah teman. Posisi editor yang strategis dan memiliki tempat khusus dalam sebuah karya pasti akan selalu dicari dalam industri penerbitan.
Selain nama penulis yang terpampang jelas, di balik halaman judul ada nama editor yang juga bertengger di sana. Hal ini membuat para pembaca ikut mengenal siapa sosok yang berada di balik layar untuk menyunting buku tersebut.
Dampaknya, reputasi dan kredibilitas kita juga akan terbangun di mata pembaca maupun penulis lain. Banyak orang-orang yang akan datang menghubungi kita untuk meminta bantuan mengedit naskah yang ingin mereka terbitkan.
7. Memperoleh Penghasilan
Terakhir, keuntungan memiliki pekerjaan sebagai seorang editor buku adalah memperoleh penghasilan dari setiap proyek yang dikerjakan. Semakin kita rajin dan teliti dalam menyelesaikan naskah, semakin terbuka pula kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak proyek di masa depan.
Bagi seorang mahasiswa atau freelancer, penghasilan tambahan ini bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. Walaupun nominalnya tidak selalu besar dan pekerjaannya tidak datang setiap hari, uang hasil dari membantu memperbaiki naskah penulis ini tetap memiliki nilai manfaat dan kebanggaan tersendiri.
Nah, itulah tujuh keuntungan menjadi seorang editor buku di lembaga penerbitan. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman yang tertarik dengan dunia editing bisa mempertimbangkan karir ini sebagai pilihan yang tepat. Selalu semangat dan tetap berkarya, ya!






